The Tree of Life

pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali

… dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan

bangsa-bangsa.

(Wahyu 22:2)

 

Teman teman, pasti kamu sedikit banyak membayangkan Taman Eden saat mendengar kata “pohon kehidupan”. Ya benar, jika kita melihat catatan pada bagian bawah Alkitab kita, akan ada keterangan bahwa Wahyu 22:2 merujuk pada Kitab Kejadian 2:9. Lalu apa hubungannya pohon kehidupan dalam kisah Taman Eden dengan pohon kehidupan di dalam Kitab Wahyu? Pesan apa yang ingin disampaikan buat kita semua saat ini?

Bacaan kita hari ini melukiskan betapa indahnya kota Yerusalem yang baru. Perlu dicatat bahwa kota merupakan simbol dari sebuah tatanan. Jadi, penulis Kitab Wahyu ingin mengatakan bahwa Allah yang telah menciptakan dunia ini (disimbolkan dengan taman) kemudian akan membaruinya menjadi ciptaan yang baru (disimbolkan dengan kota). Namun ada simbol yang menarik, yaitu pohon kehidupan. Dalam kisah Taman Eden di Kitab Kejadian, diceritakan ada dua jenis pohon, yakni pohon kehidupan dan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Lantas, manusia tergoda untuk memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat, dan akhirnya jatuh ke dalam dosa. Ciptaan yang mula-mula jatuh ke dalam ketidaktaatannya. Dalam Kitab Wahyu, hanya ada satu pohon, yakni pohon kehidupan. Artinya, tak ada lagi pilihan untuk mengikuti dosa. Semuanya hidup taat di dalam pemerintahan Allah. Bahkan tertulis dalam Kitab Wahyu bahwa daun-daun pohon tersebut dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Sebuah kondisi ketika umat manusia saling mendukung kehidupan yang berasal dari Allah saja.

Teman, Allah begitu mengasihi kita. Ia mencipta, memelihara, dan membarui ciptaan-Nya senantiasa. Sebagai sumber hidup, Ia terus-menerus menjalin relasi yang intim dengan seluruh ciptaan-Nya. Jadi, maukah kamu juga menjalin relasi dengan-Nya? Maukah kamu terus hidup dalam ketaatan kepada Allah dan bukan berdasarkan kehendak diri sendiri?

Sumber :www.ykb-wasiat.org