BAHAYA VAPE DIKALANGAN REMAJA

BAHAYA VAPE DIKALANGAN REMAJA

Pernahkah kamu melihat temanmu yang sedang menghisap vape? cobalah kamu tanya ke mereka. mengapa mereka menghisap vape. beberapa di antara mereka mengatakan bahwa vape itu lebih aman daripada rokok konvensional. Apakah benar demikian? Sebenarnya pembahasan mengenai apakah penggunaan vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional masih menjadi polemik. Banyak pendapat yang muncul dan cenderung berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa menghisap vape merupakan bentuk terapi bagi pecandu rokok konvensional. Pandangan ini sebenarnya memang tidak sepenuhnya salah. Pandangan tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai negara.

Menurut penelitian yang dirilis oleh Guardian terhadap perokok di Indonesia menjelaskan bahwa 65 % pengguna rokok konvensional menggunakan rokok vape dapat berhenti. Selain penelitian Guardian,  Nicotine and Tobacco Research melakukan penelitian yang sejenis. menurut lembaga ini menjelaskan sebanyak 25 persen pecandu rokok yang beralih kepada vape sebagai metode terapi berhenti rokok, dapat berhenti merokok, dibandingkan dengan pecandu rokok yang tidak menggunakan vape.

Meskipun demikian, vape tetap tidak boleh dikonsumsi oleh remaja seusia kalian. Mengapa? Pertama. Vape tetap memiliki bahaya yang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. vape dapat membawa penyakit jantung, penyakit paru, menimbulkan sel kanker, dan merugikan orang-orang disekitarmu yang menghirup asap sisa pembakaran vape kalian. Kedua, vape juga menghambat kalian dalam berkreasi dalam berbagai kegiatan kalian.

Untuk kalian yang pengguna vape, secepatnya berhenti. Remaja yang menggunakan vape tidak perlu menggunakan terapi agar dapat berhenti. kalian dapat segera berhenti secepatnya sebelum terlambat. Buat kalian yang belum menggunakan vape. Tetap pertahankan perilaku positif tersebut. Jangan coba-coba datang ke café-café vape disekitarmu.

Mengkonsumsi vape bukan membuat kamu menjadi keren. Kamu dapat mengaktualisasi diri dengan kegiatan positifnya. mengikuti berbagai macam lomba, menjadi blogger ataupun youtuber.

Akhir kata, Pertahankan gaya hidup sehat. Jangan menyentuh dan mengkonsumsi vape. karena vape ataupun rokok merupakan pintu gerbang napza.

 

Koordinator Guru Tim Stop Napza SMAK 6 PENABUR Jakarta.

Richard Losando