KEJUJURAN TIDAK SIA-SIA

Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari,

apabila engkau datang memeriksa upahku ….”

(Kej. 30:33)

Sudah waktunya bagi Yakub untuk kembali ke tempat kelahirannya, pulang ke negerinya. Yakub meminta izin kepada Laban dan juga meminta apa yang menjadi hak miliknya selama ia bekerja di sana. Laban tahu bahwa apa yang ada padanya sekarang adalah karena Yakub. Yakub adalah “sumber berkatnya,” tetapi Laban tidak bisa menahan Yakub lebih lama lagi. Ia menanyakan apa yang diinginkan Yakub. Yakub menginginkan kambing domba yang coreng-coreng, belang-belang, dan bintik-bintik, suatu jenis yang tidak biasa, mengingat hanya kambing domba putih dan hitam saja yang kebanyakan ada di sana. Itu penawaran yang sangat menguntungkan Laban, maka ia pun mengiakan.

Dengan bermodalkan jenis ternak yang coreng-coreng, belang-belang, dan bintik-bintik, dan jarak tiga hari perjalanan antara dia dan Laban, Yakub mulai menggembalakan. Laban yakin bahwa dengan demikian dia telah berhasil membuat Yakub tidak mungkin menang, sebuah cara yang curang dan licik. Namun, kenyataannya tidak demikian. Yakub memutar otak, mencari cara. Akhirnya ia menemukan jalan bagaimana dapat memenuhi apa yang ia inginkan dari Laban. Yakub yang sekarang bukanlah penipu, melainkan pekerja keras yang jujur dan takut Tuhan. Maka, bertambah-tambahlah harta Yakub.

Youth, jika kita jujur di hadapan Tuhan dalam pekerjaan atau kehidupan kita, maka sekalipun kita berada dalam pergumulan, Allah akan menolong kita. Jika ada orang yang berbuat curang dan licik kepada kita, asalkan kita tidak terpengaruh dan ikut-ikutan berbuat curang, maka pertolongan Tuhan kepada kita akan datang tepat pada waktunya.

  1. Cara apa yang dipakai Yakub untuk mendapatkan bagiannya dari Laban?
  2. Apakah perbuatan curang orang lain memengaruhi kejujuran Anda? Mengapa?

Pokok Doa: Tetap takut akan Tuhan dalam melaksanakan tugas.

sumber: https://www.ykb-wasiat.org