MAKIN DIHAMBAT, MAKIN MERAMBAT

Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu

banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka

menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

(Kis. 4:4)

  

Labu siam termasuk salah satu tanaman merambat. Salah satu keunikan tanaman merambat adalah ia akan berusaha mencari tempat dan cara agar tetap merambat dan bertumbuh. Sekalipun dihambat, ia akan tetap berusaha merambat.

Ketika Petrus dan Yohanes memberi kesaksian tentang kebangkitan Kristus, mereka didatangi oleh imam-imam, kepala pengawal Bait Allah, dan orang-orang Saduki. Rupanya mereka tidak suka dengan apa yang disampaikan Petrus dan Yohanes. Mereka sangat marah karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan kebangkitan Yesus. Orang-orang yang menangkap Petrus dan Yohanes berpikir jika mereka menangkap orang-orang itu maka pemberitaan tentang kebangkitan Yesus akan berhenti. Ternyata mereka keliru. Justru orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya dengan apa yang disampaikan Petrus dan Yohanes. Jumlahnya kira-kira lima ribu laki-laki. Penangkapan Petrus dan Yohanes karena memberitakan kesaksian tentang kuasa Allah tidak membuat mereka takut atau mundur. Orang banyak itu malahan percaya dan terus bertambah jumlahnya.

Memberitakan kabar tentang kuasa dan kasih Kristus kadang kala membawa kita pada penderitaan dan hambatan seperti yang dialami Petrus dan Yohanes. Namun, keteguhan dan kesetiaan terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai pengikut Kristus justru menjadi inspirasi dan motivasi bagi orang lain yang ingin mengenal Kristus lebih dalam lagi. Seperti tanaman labu siam, makin mendapat hambatan, pengikut Kristus makin kreatif untuk tumbuh dan terus hidup.

  1. Mengapa ada orang yang tidak suka dengan pemberitaan Petrus?
  2. Apa yang akan Anda lakukan jika berada di posisi Petrus dan Yohanes?

Pokok Doa: Keteguhan dan kesetiaan untuk tetap memberitakan kebenaran.

Sumber :https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ