Dihina dan Di permalukan

Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya

dan mengolok-olokkan Dia,

katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!”

(Matius 27:29)

Kebencian terhadap seseorang sering kali diekspresikan melalui sikap dan tindakan untuk menghina dan mempermalukan orang tersebut. Seseorang merasa puas karena berhasil mempermalukan orang yang ia benci atau berhasil mencelakakan orang yang ia benci. Orang-orang demikian, selalu mencari kesempatan untuk melampiaskan kemarahan dan kebencian kepada korban yang dapat ia temui dalam kesehariannya.

Setibanya di pengadilan, seluruh pasukan dikumpulkan di sekeliling Yesus. Para prajurit itu mempermalukan Yesus dengan mengenakan kepada-Nya pakaian seperti seorang raja, yaitu jubah ungu dan mahkota duri, untuk menghina dan mengolok-olok Dia. Mereka pura-pura menyembah Dia. Tindakan mereka bertujuan untuk mempermalukan dan meremehkan Yesus. Mereka berkata, “Salam, hai Raja orang Yahudi!” sambil meludahi dan memukul kepala Yesus. Perbuatan para prajurit itu bertujuan untuk memberikan siksaan psikologis dan fisik terhadap Yesus. Mereka mengolok-olok Yesus sambil tertawa. Mereka menikmati tindakan mempermalukan Yesus. Mereka senang bisa menyiksa dan mempermalukan orang yang disebut sebagai “Raja” orang Yahudi tersebut. Setelah puas mengolok-olok-Nya, mereka membawa Yesus untuk disalibkan. Kejam, sadis dan jahat, bukan? Alkitab menegaskan, “Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya” (Kis. 8:33).

Teens, Yesus menanggung itu semua demi kita. Dia menanggung hinaan dan siksaan demi kita. Apa perasaanmu apabila temanmu selalu mempermalukan dan meremehkan dirimu dengan perkataan dan sikapnya? Jika kamu dihina dan diremehkan, sebenarnya yang bermasalah bukanlah dirimu. Temanmu yang menghinamu itulah yang justru bermasalah dengan dirinya sendiri. Berdoalah buat mereka dan ampunilah mereka! Marilah belajar untuk tidak menghina, meremehkan, dan mempermalukan sesama!

 

sumber: https://www.ykb-wasiat.org