MASUKLAH!

Masuklah, marilah kita sujud menyembah,

berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

(Mzm. 95:6)

Apa yang Anda lakukan di hari Minggu? Kebanyakan orang menikmati hari Minggu dengan menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang yang dikasihi, atau berkunjung ke tempat-tempat wisata. Kegiatan rutin telah menyita banyak waktu sehingga bila hari Minggu tiba, kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya untuk menyegarkan pikiran yang jenuh, jiwa yang lusuh, dan tubuh yang lesu. Hari Minggu menjadi hari yang ditunggu-tunggu karena itulah hari ketika kebanyakan orang berhenti sejenak dari kesibukan bekerja.

Begitu banyaknya kegiatan sehingga tak ada jeda waktu mendengarkan suara Tuhan. Hubungan dengan Tuhan tidak lagi menjadi prioritas, bukan lagi yang utama. Namun, tidak ada alasan untuk umat tidak datang beribadah kepada Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Umat diingatkan oleh Pemazmur untuk melihat dan menghayati karya-karya besar Tuhan: penciptaan dan pemeliharaan-Nya sebagai pendorong untuk bersyukur kepada-Nya. Pemazmur mengajak umat datang ke hadapan Tuhan untuk menyembah dan berlutut, berhenti sejenak dari kehidupan rutin dan hiruk pikuk kesibukan dunia. Sama seperti Allah Bapa berhenti pada hari ketujuh pada saat Penciptaan, demikianlah umat diharapkan untuk beristirahat.

Tuhan mengajak umat beribadah di hari perhentian-Nya, beribadah dalam suasana sukacita yang dipenuhi ucapan syukur, dan menyembah dalam gemerincing suara alat musik dan sorak sorai nyanyian umat. Beribadah dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan itu ibarat mengisi ulang semangat jiwa dan batin kita, membuat kita makin semangat menjalani minggu yang baru.

  1. Mengapa Pemazmur mengajak umat untuk datang kepada Tuhan?
  2. Sudahkah Anda datang ke hadapan Tuhan dan mengucap syukur?

Pokok Doa: Kerinduan untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan

sumber : www.ykb-wasiat.org