AJARKANLAH BERULANG-ULANG

Ulangan 11:18-21

“Engkau harus menuliskannya

pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu ….”

(Ul. 11:20)

 

Menurut teori belajar, manusia dapat belajar secara efektif jika ia melibatkan berbagai indra yang dimilikinya. Selain itu, Thorndike, seorang ahli pendidikan, juga menjelaskan bahwa untuk membentuk sebuah perilaku perlu dilakukan pengulangan dalam proses belajar. Hal itu dilakukan untuk melatih kemampuan seseorang dalam hal mengamati, menanggapi, mengingat, merasakan, berimajinasi, dan berpikir. Dengan melakukan latihan-latihan yang bersifat mengulang, kemampuan yang dimiliki seseorang akan terus berkembang. Melalui proses pembiasaan yang berulang, perilaku seseorang dapat terbentuk.

 

Pola pendidikan Israel yang diceritakan dalam Ulangan 11:18-21 juga memiliki prinsip yang sama. Mereka mempraktikkan proses pendidikan yang melibatkan beberapa indra manusia. Hal itu terbukti melalui berbagai pendekatan yang mereka lakukan dalam belajar. Pengajaran disampaikan secara lisan, melalui tanda di tangan dan lambang di dahi, serta pengajaran yang dituliskan pada tiang pintu rumah mereka. Mereka juga sadar bahwa proses belajar membutuhkan pengulangan-pengulangan. Mereka mengajar anak mereka ketika mereka duduk, dalam perjalanan, saat berbaring, maupun saat mereka bangun. Semua itu dilakukan agar apa yang diajarkan dapat tertanam di dalam hati dan jiwa mereka.

 

Youth, kita tidak boleh bosan-bosan mendengar dan mempelajari firman Tuhan. Hanya dengan demikian, firman Tuhan itu dapat dimengerti dan dihidupi dalam segenap perilaku hidup kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/05/09/