BERBAGI INJIL

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya,

Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi,

tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia ….

(Kis. 17:24)

 

Bagaimana kaum muda memberitakan Injil? Di era yang serba canggih dengan situasi yang makin beragam dan juga tantangan zaman yang tidak mudah, berita Injil tidak boleh tergilas namun harus terus dikumandangkan supaya kasih Kristus menyentuh banyak orang. Karena itu dibutuhkan bermacam strategi sesuai dengan konteks dan kebutuhannya. Salah satu teman saya mengenal Kristus pertama-tama bukan karena mengunjungi gereja, namun karena ada seorang Pendeta hampir tiap hari mengunjunginya untuk bermain Play Station bersama. Ia merasa bahwa masih ada orang yang menyapa dan peduli padanya, di situlah ia menerima berita Injil.

 

Paulus di Atena berhadapan dengan orang-orang terpelajar. Ia menyapa masing-masing kelompok sesuai dengan konteks masing-masing. Paulus tidak mengecam berhala-berhala sesembahan mereka, namun ia memakai salah satu Allah yang tidak bernama untuk memperkenalkan Allah yang disembahnya. Kemudian barulah ia memperkenalkan Allah yang disembahnya sebagai Sang Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Lalu Paulus juga memperkenalkan cara beribadah yang benar yaitu bukan dengan menyembah berhala melainkan dengan hidup kudus dan berkenan kepada-Nya.

 

Youth, kita dipanggil untuk memberitakan Injil. Namun mintalah hikmat Tuhan supaya ketika memberitakan Injil, kita mampu seperti yang Paulus lakukan: sesuai konteks, tidak menghakimi. Kaum muda yang masih punya banyak energi, pikiran yang kreatif dan dinamis, beritakan Injil selagi kesempatan itu masih ada supaya semakin banyak orang yang mengasihi Kristus.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/07/20/