BELAJAR BIJAK

Janganlah engkau menganggap

dirimu sendiri bijak,

takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan ….

(Amsal 3:7)

 

Julius Robert Oppenheimer, fisikawan asal Amerika Serikat, sang penemu bom atom yang telah menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada PD II. Ketika ia pertama kali menguji coba penemuannya dan melihat bola api hasil ledakan bom buatannya, dalam benaknya terngiang: “Kini, aku adalah kematian, sang penghancur dunia.” Namun ketika bom tersebut dijatuhkan di Jepang dan ratusan ribu nyawa melayang, ia menyesali pekerjaannya dan meminta kepada pemerintah AS agar menggunakan bom tersebut untuk perdamaian saja. Ia tidak pernah menyangka bahwa penemuannya bisa membuat ratusan ribu manusia tewas.

 

 

Teens, setiap orang bisa menjadi orang yang pintar dan sukses. Namun tidak semua orang yang pintar dan sukses dapat menjadi orang yang bijaksana, terutama ketika mereka memanfaatkan kemampuan yang mereka miliki. Banyak orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk perbuatan yang tidak terpuji, karena mereka menganggap bahwa mereka mengetahui segalanya. Penulis Amsal menyadarinya. Oleh karena itu, ia mengingatkan kita agar tidak bersandar pada kemampuan kita, melainkan kita juga harus percaya dengan segenap hati pada kuasa dan kebesaran Tuhan. Dengan memercayakan diri kepada Tuhan, maka kita akan dijauhkan dari kejahatan yang mungkin kita lakukan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Kita akan menjadi bijaksana dalam memanfaatkan pengetahuan yang kita miliki.

 

 

Teens, untuk menjadi pribadi yang bijak diperlukan usaha yang tekun dan kerendahan hati untuk menerima bahwa sejatinya pengetahuan yang kita miliki itu pemberian dari Tuhan, sehingga kita harus memanfaatkannya untuk kepentingan banyak orang. Mari kita bergiat di dalam pendidikan kita dan melatih diri untuk menjadi berkat bagi sesama melalui pengetahuan yang kita miliki.

 

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/06/08/