HOPE

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan.

Tetapi pengharapan yang dilihat,

bukan pengharapan lagi ….

(Roma 8:24)

 

 

Teens, pernahkah kamu mendengar ungkapan “Bagai pelita kehabisan minyak?” Arti dari ungkapan itu adalah kehilangan sukacita, atau tidak lagi berada dalam keadaan berseri-seri. Biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh permasalahan atau pergumulan yang berat. Seakan-akan tidak ada semangat untuk menjalani hari esok karena hidup dipenuhi oleh tekanan-tekanan yang menyesakkan. Alhasil, hidup tidak pernah terasa indah.

 

 

Teens, Paulus dalam bacaan ini menegaskan soal pengharapan sebagai anak-anak Allah. Paulus menuliskan memang saat ini semua makhluk sedang menderita. Ia menggunakan kalimat “sama-sama merasa sakit bersalin” (ay. 22). Sebuah ungkapan untuk menggambarkan pergumulan dan penderitaan yang berat. Bahkan, yang menderita bukan hanya mereka, tetapi juga orang-orang yang telah menerima karunia sulung Roh. Maksudnya adalah orang-orang yang telah menerima jaminan keselamatan pun merasakan sakit yang sama. Namun, justru di sinilah pengharapan menjadi kata kunci untuk menghadapi penderitaan tersebut. Paulus menekankan bahwa Roh Kuduslah yang berperan untuk menolong kita hidup dalam pengharapan sampai pada hari penggenapan keselamatan itu tiba. Pengharapan ini akan membuat kita tekun menantikan “yang tidak kita lihat” tersebut (ay. 25). Bahkan, Allah sendiri berkarya dan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia (ay. 28). Tentunya ini semakin menguatkan kita hidup dalam pengharapan.

 

 

Teens, apakah kamu sedang menghadapi pergumulan berat? Jika ya, kita bisa belajar untuk terus tekun di dalam pengharapan kita. Janganlah kita berputus asa sehingga kehilangan sukacita dalam hidup ini. Ingatlah selalu bahwa Tuhan merancangkan sesuatu yang baik bagi kita jika kita percaya kepada-Nya. Ia turut bekerja menolong dan menopang kita.

 

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/02/23/