MENGUCAP SYUKUR

Bersukacitalah senantiasa.Tetaplah berdoa.

Mengucap syukurlah dalam segala hal,

sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

(1Tes. 5:16-18)

 

 

 

Opa Andreas sudah lebih dari seminggu dirawat di sebuah rumah sakit di Lebak Bulus karena sesak napas. Usianya sudah 95 tahun. Walau ia sudah lanjut usia dan sedang sakit, tetapi wajahnya kelihatan ceria seolah ia seorang lansia yang sehat. Ketika saya bertanya, “Opa, ingin didoakan apa?” Jawabnya sungguh mencengangkan, “Ingin selalu dapat bersyukur kepada Tuhan.” Rasanya tidak biasa, lebih tepatnya langka, dalam keadaan sakit orang berharap untuk tetap dapat bersyukur. Opa Andreas memberi alasan, “Bukankah firman Tuhan mengajar kita untuk selalu bersyukur?”

 

 

Bersyukur bukan hanya ketika semua baik. Bersyukur tidak hanya karena sehat, kelimpahan harta atau dapat beraktifitas dengan lincah. Tetapi bersyukur dalam segala hal. Artinya, susah, senang, sehat maupun sakit, apa pun yang terjadi selalu bersyukur. Ada orang yang suka mengeluh. Bahkan dalam kondisi kecukupan, sehat dan penuh perhatian dari sanak keluarga juga sering mengeluh. Bersyukur dalam segala hal mestinya menjadi karakter kristiani. Ini hanya mungkin terjadi jika kita terlatih bersukacita dan berdoa. Sukacita dan berdoa karena Tuhan senantiasa di hati kita dan dalam hidup kita.DSM

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/04/06/