MENJINAKAN LIDAH

… tetapi tidak seorang pun yang berkuasa

menjinakkan lidah ….

(Yakobus 3:8)

 

Cesar Millan adalah pelatih anjing kelahiran Meksiko. Ia menjadi terkenal karena serial televisinya yang berjudul “The Dog Whisperer.” Dalam serial televisinya itu, ditampilkan bagaimana Cesar membantu para pemilik anjing yang mengalami kesulitan dengan perilaku anjing-anjing mereka. Cesar sering berjumpa dengan anjing yang agresif, namun ia selalu berhasil menjinakkan anjing-anjing tersebut. Berbekal pengalamannya menangani banyak anjing, Cesar memahami perilaku anjing. Biasanya Cesar akan memberi pemahaman pada pemilik anjing tentang mengapa anjing mereka bersikap agresif. Lalu ia akan mengajari dan memberi tips bagaimana cara melatih, dan menghadapi anjing agar tidak agresif. Teens, jika kamu pernah melihat acara itu, kamu akan kagum bagaimana anjing yang tampaknya begitu liar dapat dijinakkan.

 

 

Lalu bagaimana dengan lidah? Mungkin kamu akan bertanya-tanya, apa susahnya menjinakkan lidah? Mengapa Yakobus sampai mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menjinakkan lidah? Hal ini terjadi karena banyaknya persoalan yang timbul akibat masalah perkataan. Banyak terjadi kesalahpahaman, pertengkaran, marah, dan tersinggung karena perkataan yang menyakitkan.

 

 

Teens, pengalaman menunjukkan bahwa perkataan menyakitkan dan menyinggung, berasal dari hati yang dipenuhi kebencian. Oleh karena itu pertama-tama, untuk menjinakkan lidah kita perlu melihat ke hati terlebih dahulu. Adakah kebencian, kemarahan yang terpendam, rasa iri, perasaan-perasaan negatif di dalam hati kita? Jika masih ada persoalan semacam itu di dalam hati, maka besar kemungkinan perkataan kita akan mencerminkannya. Jagalah hati agar hanya terisi kasih, maka lidah menjadi jinak. Marilah kita berlatih menggunakan lidah kita dengan bijak agar setiap kata-kata yang keluar darinya menjadi berkat.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/01/18/