PERKATAAN YANG MEMBANGUN

… dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.

Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

(Yakobus 3:10)

 

 

Ada seorang wanita yang bersuara merdu. Ia menikah dengan seorang pemusik dan pengarang lagu. Oleh karena suaminya begitu pandai dalam hal musik, selalu ada saja yang ia koreksi dari nyanyian istrinya. Sekali waktu ia berkomentar di bagian awal nadanya kurang tinggi. Lain waktu ia mengkritik: bagian tengah kurang pelan, di bagian akhir nada kresnya kurang tepat. Mereka sering bertengkar karena si suami begitu sering mengkritik sehingga si istri malas untuk menyanyi. Suatu kali si suami meninggal karena kecelakaan. Setelah beberapa waktu, si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu soal musik, yang ia tahu istrinya bersuara sangat merdu. Sang suami sering memuji nyanyian yang dinyanyikan istrinya dan mendorong istrinya untuk merekam suaranya. Akhirnya si wanita itu menjadi penyanyi terkenal.

 

 

Teens, banyak orang yang berbicara lembut dan baik pada orang yang tak dikenal, namun membentak kepada keluarganya sendiri. Alkitab menyebut munafik pada mereka yang beribadah dengan salehnya pada hari Minggu tapi memaki keluarga, teman, atau pekerjanya pada hari-hari selanjutnya. Dalam keseharian orang memang perlu jujur untuk menasihati, mengoreksi ketika melihat ada yang keliru. Namun, hendaknya koreksi itu bukan sekadar luapan kemarahan, apalagi hinaan yang merendahkan orang lain. Perkataan koreksi mesti didasari dari keinginan membangun orang lain menjadi baik. Yakobus menasihati bahwa lidah pada dirinya sendiri tidak boleh menghasilkan pertentangan. Jangan satu kali keluar berkat, tak lama kemudian keluar kutukan. Namun hendaknya mulut kita mengucapkan kata-kata yang Allah kehendaki.

 

 

Teens, gunakan perkataanmu untuk membangun orang lain, termasuk ketika kamu harus menegur orang lain, gunakanlah perkataan yang membangun, jangan menghancurkan. Mintalah hikmat Tuhan untuk menuntunmu berbicara.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/01/19/