TANGGUNG JAWAB

… janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru;

sebab kita tahu, bahwa sebagai guru

kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

(Yakobus 3:1)

 

 

“Untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu dengan bom, roket, dan senjata berat, tapi cukup dengan mempermudah murid curang dalam ujian dan longgar dalam disiplin belajar.” Ungkapan itu benar sekali. Orang-orang yang curang dalam melakukan ujian dan tidak sungguh-sungguh belajar hanya akan mendapat status lulus tanpa sungguh-sungguh menguasai ilmu yang dipelajari. Oleh karena itu jadilah dokter-dokter yang tidak cakap sehingga salah membuat diagnosa dan berisiko pada keselamatan pasien. Arsitek yang lulus karena curang, tidak mampu membuat perhitungan yang benar sehingga bisa mengakibatkan berdirinya rumah dan gedung yang berisiko roboh. Keadilan diperjualbelikan di tangan hakim yang terbiasa curang semenjak dari masa sekolahnya. Perusahaan banyak yang bangkrut di tangan para akuntan yang lulus karena curang.

 

 

Teens, banyak orang yang mengejar status – sarjana kedokteran, sarjana hukum, dsb. – maupun jabatan – jadi insinyur, jadi pengusaha, dsb. – rela melakukan segala cara, termasuk kecurangan. Orang hanya mengejar status dan jabatan tanpa mengenal tanggung jawab dari tugas/jabatan. Inilah yang diserukan Yakobus, yaitu agar guru menyadari akan tanggung jawabnya. Pada masa itu, di lingkungan masyarakat Yahudi, seorang guru memang dihormati sangat tinggi sehingga banyak orang berkeinginan menjadi guru. Ingin menjadi guru bukan karena tanggung jawabnya, melainkan karena ingin dihormati. Padahal tanggung jawab guru sangat berat, ia harus mengajar murid mengenal Kristus dan membimbing agar iman para murid bertumbuh.

 

 

Teens, setiap pekerjaan adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan. Apa pun cita-citamu, jangan lupakan tanggung jawab di balik setiap pekerjaan. Namun tidak usah menunggu sampai dewasa dan kerja untuk tahu tanggung jawab. Kamu bisa mulai dari sekarang. Tugas sekolah kamu kerjakan tanpa kecurangan. Tugas dari orangtua/gereja kerjakan dengan sebaik-baiknya.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/01/16/