MEMBANGUN DENGAN BENAR

“Aku berkata kepadamu,

sesungguhnya tidak satu batu pun di sini

akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain;

semuanya akan diruntuhkan.”

(Matius 24:2)

 

 

Teens, apabila kamu ada kesempatan mengunjungi bangunan-bangunan terkenal di dunia, kamu ingin mengunjungi bangunan mana? Menara Pisa, Space Needle, Kolosseum, Gedung Putih? Bangsa Israel secara rutin mengunjungi Bait Allah yang merupakan pusat kehidupan rohani mereka. Setelah kehancuran Bait Allah Salomo, Bait Allah dibangun kembali oleh Zerubabel dan Ezra (Ezra 6:15) dan kemudian direnovasi besar-besaran oleh Raja Herodes selama 80 tahun. Bait Allah tersebut dihiasi marmer dan tampak megah. Melalui proyek pembangunan berskala besar, Raja Herodes ingin memamerkan kehebatan dan prestasinya. Dengan demikian, mereka yang berkunjung ke wilayah pemerintahannya, terkesan dengan kemegahan Bait Allah. Murid-murid Yesus juga ikut bangga dan takjub dengan bangunan tersebut.

 

 

Teens, perkataan Yesus, “Sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan,” mengajar kita untuk membangun dengan benar. Bait Allah yang berdiri pada masa itu telah menjadi simbol kesombongan rohani, narsisisme, keegoisan, dan keserakahan. Bangunan seperti demikian akan diruntuhkan oleh Yesus. Kehidupan kita diibaratkan seperti sebuah bangunan, dari fondasi hingga desain interior dan eksterior. Kita menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun “bangunan” diri. Diri kita adalah bangunan Allah (1Kor. 3:9), karena itu kita mesti bekerja sama dengan Allah yang adalah perancang bangunan terbaik untuk membangun kehidupan kita (Ibr. 3:4).

 

 

Teens, berikanlah dirimu bagi “mega proyek” Allah. Jadikanlah firman Allah sebagai fondasi bangunan. Pergunakanlah waktu dengan baik dan bertanggung jawab. Kiranya dirimu menjadi “bangunan” yang sopan, ramah, rajin, bertanggung jawab, dan rendah hati.

 

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/04/02/