OVERCOMING LONELINESS: POSITIVE THINGKING

“Jadi akhirnya, saudara-saudara,

semua yang benar, semua yang mulia,

semua yang adil, semua yang suci,

semua yang manis, semua yang sedap didengar,

semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,

pikirkanlah semuanya itu.”

(Filipi 4:8)

 

 

 

Hai Teens, manusia selalu merespons segala sesuatu yang terjadi di sekitar dirinya. Respons manusia tersebut dapat berupa respons yang positif maupun respons yang negatif. Respons tersebut akan kembali direspons oleh lingkungan dan demikian seterusnya. Maka sangat mungkin terjadi responsmu terhadap dunia akan kembali pada dirimu sendiri.

 

 

Dalam Filipi 4:8, Rasul Paulus mengajak jemaat Filipi untuk ber-positive thinking dalam segala hal. Jemaat Filipi diajak untuk memikirkan apa yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, dan apa pun yang patut dipuji. Dari sekian banyak respons yang kita lakukan sepanjang hari ini, adakah di antaranya yang terkait dengan kriteria tersebut di atas? Terkadang perasaan kesepian yang kita miliki bersumber dari respons kita yang negatif terhadap lingkungan kita. Misalnya, ketika kita berada di tengah keramaian, tanpa sengaja mata kita bertatapan dengan seseorang. Sontak, baik kita maupun orang tersebut mengalihkan pandangan. Kemudian kita merasa terasing, karena orang tersebut mengalihkan pandangan terhadap kita (padahal kita juga melakukan hal yang sama). Dalam benak kita, ketika kita mengalihkan pandangan, kita berpikir bahwa kita tidak ingin dianggap bersikap tidak sopan. Namun terhadap perilaku yang sama yang dilakukan oleh orang lain, kita merasa tidak diacuhkan dan terasing. Berangkat dari perasaan tersebut, kemudian berbagai prasangka yang muncul membuat kita semakin bersedih. Bukankah perasaan terasing tersebut tidak akan muncul apabila kita berpikiran positif?

 

 

Teens, ajakan Rasul Paulus masih relevan dengan apa yang kita alami. Kita akan lebih berbahagia dengan berpikiran positif. Dengan melakukannya, kita akan mendapatkan kekuatan untuk menemukan pikiran-pikiran yang baik, bahkan di saat yang tersulit sekalipun.

 

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/11/27/