SATU DARI SEPULUH

“Bukankah kesepuluh orang tadi

semuanya telah menjadi tahir?

Di manakah yang sembilan orang itu?”

(Lukas 17:17)

 

 

 

Teens, bagaimana rasanya jika suatu hari seseorang datang kepada kamu dan menjabat tanganmu dengan hangat lalu mengatakan, “Terima kasih, karena kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik dan membantu saya juga dengan kerja baikmu itu!” Sebagian besar orang pasti terharu dan sukacita saat mendapatkan apresiasi yang tulus seperti itu. Dengan apresiasi yang diterima, orang mendapat semangat untuk melahirkan karya-karya berkualitas lainnya pada masa-masa mendatang.

 

 

Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, tetapi hanya satu yang datang kembali kepada Yesus untuk berterima kasih. Orang yang kembali itu seorang Samaria. Tuhan Yesus mempertanyakan ke mana yang lainnya? Bukankah mereka juga sudah mendapatkan kebaikan yang sama dari Allah? Cerita itu memberikan pesan penting bagi kita untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan dan pertolongan Allah yang nyata dalam hidup kita. Selain itu, cerita tersebut juga menjadi perenungan tentang beragamnya cara orang menanggapi tindakan kebaikan yang telah mereka terima dalam hidup. Janganlah kita lupa untuk memberikan apresiasi kepada setiap orang yang berjasa memberi kebaikan dalam hidup kita.

 

 

Teens, di dunia modern ini, kadang kala orang justru dapat menjadi semakin tidak peduli kepada yang lainnya. Sangat sedikit orang yang dengan tulus mengucapkan terima kasih atau memberikan apresiasi lainnya kepada orang lain, terutama orang yang dianggap kecil, seperti juru parkir, satpam, sopir, asisten rumah tangga. Padahal, ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada semua orang adalah bentuk kasih yang harus kita kerjakan sebagai pengikut Kristus. Mari kita merenungkan, apakah kita termasuk di kumpulan yang sembilan, atau yang satu orang itu dalam hal memberi apresiasi? Marilah hari ini kita mulai mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah melakukan apa pun bagi kita.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/23/