GENERATION GAP

” Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda,

tunduklah kepada orang-orang yang tua. ”

(1 Petrus 5:5)

 

 

Teens, perhatikanlah betapa bedanya kamu dengan orangtuamu. Perhatikan dandanan mereka, gaya bahasa mereka, dan jalan pikiran antara kamu dan mereka. Kamu menyebut mereka sebagai kuno atau kolot, sedangkan kamu kekinian atau lebih open minded. Rasanya kamu dapat menemukan sederet perbedaan antara kamu dan orangtuamu. Jangan heran, Teens, sebab kamu dan mereka beda generasi. Ortu-mu, umumnya, disebut generasi baby boomer (tahun lahir: 1946-1964) atau generasi X (tahun lahir: 1965-1980). Adapun kamu adalah generasi Y (tahun lahir: 1981-1994) atau generasi Z (tahun lahir: 1995-2010). Bayangkan dirimu dengan ortu-mu punya gap yang besar. Karena itu, kamu dan mereka kadang nggak nyambung dalam berkomunikasi, yang kadang menyebabkan kalian suka ‘perang’ mulut dan perasaan.

 

 

Sekali lagi Petrus memakai kata ‘tunduk’ untuk menasihati jemaat. Kali ini pesan ditujukan kepada generasi muda dari jemaat Kristen. Petrus menasihati mereka agar tunduk kepada orangtua. Tentu saja, pesan itu ada kaitannya dengan perintah Tuhan agar anak menghormati orangtuanya. Pada konteks Petrus masa itu, ‘tunduk’ dalam pengertian ‘menghormati’ orangtua berarti kaum muda harus menunjukkan ketaatan kepada orangtua, menuruti perintah dan perkataan orangtua. Bahkan kadang beberapa kalangan Kristen menerjemahkan kata ‘tunduk’ ini secara harfiah, artinya anak tidak boleh melawan perkataan orangtua. Namun, membaca kata ‘tunduk’ dalam konteks masa kini sedikit berbeda, yaitu menaruh hormat, mengingat kasih, dan mencintai orangtua.

 

 

Teens, menjadi kaum muda yang ‘tunduk’ kepada ortu adalah salah satu panggilanmu. Hormati mereka. Mengertilah kalau antaramu dan mereka punya gap generasi yang besar. Karena itu, cobalah pahami jalan pikiran mereka, pahami ucapan dan cara mereka membahasakan kasih mereka kepadamu.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/07/27/