KECEWA

“Jadi jika kamu yang jahat
tahu memberi
pemberian yang baik
kepada anak-anakmu,
apalagi Bapamu
yang di sorga!
Ia akan memberikan
yang baik kepada mereka
yang meminta kepada-Nya.”
(Matius 7:11)

 

 

Pada suatu hari di sebuah toko, terdengar suara tangis keras dari seorang anak balita. Selain menangis, anak itu berguling-guling di lantai karena memaksa ibunya untuk membelikannya ice cream. Banyak mata yang melirik anak itu dan ibunya. “Tidak sekarang Nak, nanti kalau kamu sudah sembuh Ibu akan belikan.” Demikian respons singkat si ibu menghadapi aksi demonstratif sang anak. Serupa tapi tak sama, sebenarnya kita mirip dengan anak kecil tersebut. Sadar ataupun tak sadar, terkadang kita sering berusaha memaksakan kehendak kepada Tuhan. Ketika jawaban Tuhan tidak sesuai dengan kehendak kita, maka kita pun marah dan merasa kecewa kepada Tuhan.

 

Teens, Matius 7:11 memberikan penegasan kepada kita bahwa Tuhan mendengar setiap doa, harapan, dan permintaan kita. Hal itu dikarenakan kasih Tuhan kepada kita, selayaknya kasih orangtua kepada anaknya. Walaupun demikian, dalam perkataan-Nya itu juga Tuhan Yesus mengajak kita menyadari dan menerima kebijaksanaan Allah dalam setiap keputusan yang dilakukan-Nya bagi kita. Karena itu, kita perlu belajar terbuka akan rancangan Tuhan yang lain, ketika Ia tidak memberikan apa yang kita minta. Mengapa? Sebab Tuhan tidak harus menuruti semua permintaan kita. Kita perlu mengingat bahwa kasih Tuhan kepada kita adalah anugerah.

 

Teens, saat semua berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka kita perlu memeriksa apakah yang kita inginkan adalah sesuatu yang benar-benar baik, atau hanya tampak seperti ice cream yang enak namun tidak baik untuk kesehatan yang sedang terganggu saat itu. Jadi tunggu apa lagi? Yuk ganti rasa kecewa di hati dengan sukacita, sebab saat kita tidak menerima yang kita minta artinya kita diselamatkan dari apa yang buruk bagi kita.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/04/02/