THE NEW ME

” Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu … “

(Kolose 3:15)

 

“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present.” Teens, kalimat bijaksana ini sungguh menarik. Sungguh adalah benar bahwa baik masa lalu atau masa depan tidak boleh membayang-bayangi kekinian. Hanya dengan demikian maka kita dapat mencurahkan perhatian pada saat ini yang adalah berkat dari Tuhan. Tentu kita tahu bahwa hal itu bukan hal yang mudah dilakukan. Buktinya tidak sedikit orang yang terjebak dalam luka hati masa lalu, dan segala kekhawatirannya akan masa depan. Misalnya saja, di antara kita barangkali ada yang masih baper dan nggak bisa melupakan mantan terindah. Atau juga ada di antara kita yang mengkhawatirkan apakah di masa depan kita dapat pacar atau tidak. Pola hidup seperti itu hanya membuat kita menjalani kehidupan dengan membawa beban yang berat.

 

Kejadian masa lampau memang dapat menolong kita berpikir dan berbuat lebih baik. Namun, jangan terjebak dalam segala kejadian di masa lampau yang mungkin masih mengusik hati kita. Dalam Kolose 3, Rasul Paulus hendak menolong kita melepaskan beban berat semacam itu. Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa anak-anak Tuhan telah mengalami pembaruan diri sehingga disebut manusia baru. Yang baru dari manusia kepunyaan Allah terletak pada pola pikir dan pola hidupnya. Kita menjadi pribadi yang baru karena Allah telah menguduskan kita. Kini kita diperbarui menjadi orang-orang yang tidak menyimpan rasa marah dan dendam di hati, karena kita telah belajar mengampuni.

 

Teens, sebagai orang-orang yang diperbarui sungguh layak kita bersyukur kepada Tuhan. Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya rusak karena hati yang terluka. Sebaliknya, Tuhan mengaruniakan damai sejahtera bagi kita semua. Biarlah kedamaian dari Kristus memerintah dalam hatimu. Selamat merayakan kemerdekaan dari segala rasa sakit hati sebab kasih Allah telah melingkupimu.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/04/28/