BISA KARENA BIASA

” … mereka yang telah dilatih
bernyanyi untuk TUHAN –
mereka sekalian adalah ahli seni .… “
(1 Tawarikh 25:7)

 

Dalam berbagai tayangan yang bertajuk ajang pencarian bakat, seperti Indonesia’s Got Talent, X Factor, Indonesia Mencari Bakat, Indonesian Idol, atau lainnya, kita dapat melihat anak-anak muda yang hebat-hebat. Mereka mempunyai suara yang merdu, mereka gesit dalam menari atau mereka mempunyai keterampilan tertentu. Apakah mereka sudah hebat sejak dari mulanya? Tentu tidak. Mereka berlatih, berlatih, dan berlatih. Latihan itu membuat mereka terbiasa, dan pada akhirnya menjadi bisa.

 

Bacaan firman hari ini juga mengisahkan tentang para ahli seni dari suku Lewi, tepatnya dalam urusan bernyanyi. Mereka adalah anak-anak dari Asaf, Heman dan Yedutun, yang ditunjuk oleh Daud dan para panglima untuk menjadi para penyanyi di rumah Tuhan. Dikatakan dalam nas kita bahwa mereka berlatih bernyanyi sehingga Alkitab memberi catatan bahwa mereka adalah ahli seni. Mereka yang bernyanyi itu ada yang tua dan muda (generasi baru). Para ayah atau kepala keluarga melatih anak-anaknya untuk dapat bernyanyi dalam ibadah-ibadah orang Israel di rumah Tuhan.

 

Teens, tentunya kamu pun memiliki berbagai kemampuan, entah dalam hal akademis maupun non-akademis. Semua kemampuanmu tidak akan menghasilkan sesuatu yang positif jika tidak dilatih atau dibiasakan. Dengan belajar atau berlatih yang tekun, maka kamu menjadi terbiasa, dan kalau sudah terbiasa, pasti kamu akan bisa melakukannya dengan semakin baik. Lambat laun dirimu menjadi seorang yang ahli. Sadarilah bahwa saat ini, seseorang yang ahli di bidang tertentu – katakanlah spesialis, menjadi daya tawar lebih dalam menjalani dunia kerja. Karena itu, berlatihlah dengan giat. Ada pepatah berkata, ‘ala bisa karena biasa,’ dan kalau kamu sudah bisa, jangan lantas berpuas diri. Tetaplah berlatih. Berlatih untuk memberi yang terbaik.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/03/28/