BLIND SPOT

” Bagi Dialah,
yang dapat melakukan
jauh lebih banyak
dari pada yang kita doakan
atau pikirkan,
seperti yang ternyata
dari kuasa yang bekerja
di dalam kita …. “
(Efesus 3:20)

 

Blind spot adalah daerah di sekitar mobil yang tidak dapat dilihat oleh pengemudi melalui spion atau cermin manapun. Daerah tersebut tidak terlihat karena jangkauan pandangan pengemudi lewat spion sangatlah terbatas. Atau bisa juga, pandangan pengemudi terhalang oleh muatan yang dibawa. Istilah itu juga digunakan untuk merujuk kepada hal-hal yang tidak dapat kita lihat atau ketahui dalam hidup ini. Apa yang tidak saya ketahui, mungkin diketahui orang lain. Apa yang orang lain tidak ketahui, mungkin saya ketahui. Apa yang saya dan orang lain sama-sama tidak ketahui, hanya diketahui Allah.

 

Keterbatasan kita untuk mengetahui segala hal menunjukkan bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurna. Oleh karena itu, kita perlu memiliki kerendahan hati untuk menerima keterbatasan kita. Paulus sadar betul akan blind spot manusia dalam memahami kasih Allah. Paulus mendoakan kita agar dapat mengenal kasih Allah yang lebar, panjang, tinggi, dan dalam. Namun, ia tetap menekankan bahwa kasih Allah itu melampaui segala pengetahuan. Artinya, ada hal-hal yang tetap tak terselami oleh akal pikiran manusia, segenius apa pun ia! Oleh karena itu, Allah dapat memberikan kejutan-kejutan bagi kita, bahkan jauh melampaui apa yang kita pikirkan atau doakan.

 

Teens, setiap manusia memiliki blind spot. Hal itu mengingatkan kita akan identitas kita sebagai ciptaan yang memiliki keterbatasan. Ya, kita adalah manusia yang tak sempurna. Dalam ketidaksempurnaan itu, kita pun mengingat siapa Pencipta kita. Dia adalah Allah yang mengetahui blind spot kita. Dengan demikian kita selalu diingatkan untuk memohon segala pengertian yang kita butuhkan untuk menjalani hidup ini hanya kepada Allah. Ayo Teens, belajarlah untuk rendah hati dalam mengakui ketidaktahuan kita di hadapan Allah dan sesama!

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/02/21/