FOKUS

” Sebab kami
tidak memperhatikan
yang kelihatan,
melainkan
yang tak kelihatan …. “
(2 Korintus 4:18)

 

“Manual focus” istilah yang tidak asing bagi penggemar fotografi. Untuk menghasilkan foto yang baik maka kita harus mengatur fokus kamera yang kita pakai untuk mengabadikan sesuatu. Begitu juga dengan kehidupan ini, rasanya kita memerlukan “manual focus.” Kita juga harus mengatur fokus kita agar kehidupan kita mampu dikelola menjadi suatu keindahan. Mengapa? Karena ada banyak hal di dalam hidup ini yang dapat merusak diri kita, dan membuat hidup kita menjadi serasa tak bermakna.

 

Teens, 2 Korintus 4 mengajarkan kita untuk memilih fokus pada hal-hal yang positif. Rasul Paulus sebagai orang yang menulis surat 2 Korintus ini bicara berdasarkan pengalaman hidupnya sebagai seorang beriman. Untuk menjadi kuat maka kita sebaiknya tidak hanya memperhatikan yang kelihatan, melainkan juga apa yang tidak kelihatan. Demikianlah ia mengajari kita untuk menghadapi persoalan kehidupan. Apa yang disampaikan Rasul Paulus tentu sangat berguna bagi kita yang saat ini tengah ada dalam perasaan hancur akibat kenyataan hidup yang pahit dan mengecewakan karena apa yang kita alami tidak seperti yang kita harapkan. Untuk itu mari kita belajar seperti Rasul Paulus yang tidak berhenti pada perasaan sakit, tetapi sebaliknya akan menjadi baik jika kita memfokuskan perhatian pada apa yang tengah Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

 

Teens, hanya dengan cara pandang semacam itulah maka kita mampu menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi persoalan yang berat sekalipun. Kita akan belajar untuk selalu memfokuskan diri pada apa yang tengah Tuhan kerjakan di balik kenyataan pahit yang tengah kita alami. Walaupun manusia lahiriah kita merosot tetapi manusia batiniah kita menjadi semakin kokoh karena diperbarui dari hari ke hari. Wah, sungguh indah bukan? Karena itu, tunggu apa lagi? Jangan terus memikirkan rasa sakit hati kita, yuk kita atur fokus diri kita! Ingat, you only live once!

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/04/10/