KERJAKAN YANG UTAMA

“Beginilah firman TUHAN …:

Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi

dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya ….”

(Yeremia 21:11)

 

Thania mendapat beasiswa dari sekolahnya karena ia berprestasi. Prasyarat dari beasiswa yang diterimanya adalah prestasinya di sekolah harus dijaga. Sayang sekali Thania tidak dapat mempertahankan prestasinya karena nilai-nilainya terus merosot. Suatu kali guru BK mengundang orangtua Thania ke sekolah untuk mencari penyebab merosotnya prestasi Thania. Orangtua Thania menuturkan bahwa Thania kecanduan game online dan mengabaikan pelajaran. Berulang kali mereka menasihati Thania bahwa sebagai pelajar, tugas utamanya adalah belajar, bukan mengutamakan bermain game online . Orangtuanya juga menasihatkan bahwa Thania harus mempertanggungjawabkan beasiswa yang sudah diterimanya. Rupanya Thania sulit dinasihati.

 

Di Israel, tugas utama seorang raja adalah menegakkan keadilan. Dalam Yeremia 21:11-12 disampaikan bahwa setiap pagi raja dan keluarganya harus membela orangorang miskin dan melindungi orang-orang yang tertindas. Rupanya pada zaman Yeremia, tugas utama itu diabaikan oleh raja dan keluarganya. Mereka sibuk dengan urusan-urusan mereka sendiri. Kesibukan itu membuat mereka mengabaikan orang-orang miskin dan tertindas. Ketika kewajiban utama itu diabaikan, maka Tuhan bangkit melawan raja dan keluarganya. Yeremia 21:13-14 menceritakan bagaimana Tuhan melawan mereka. “Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan” (Yeremia 21:14).

 

Teens, ada pepatah yang berbunyi, “Kerjakan yang utama, maka semuanya akan kamu dapatkan. Bila kamu mengabaikan yang utama, maka semua tidak kamu dapatkan.” Pepatah itu mengajak kita untuk memperhatikan hal-hal utama yang menjadi kewajiban kita. Apa kewajiban kita saat ini kerjakanlah dengan gembira. Dengan begitu, kita tidak akan kehilangan kesempatan untuk meraih impian kita.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/05/06/