MENCERITAKAN MIMPI

“Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu,

dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar!”

(Yeremia 23:28)

 

Sosok ini dikenal dengan sebutan Mr. Epos. Epos merupakan singkatan dari energi positif. Namanya adalah Jamil Azzaini. Ia adalah seorang yang tidak takut bermimpi dan menceritakan mimpimimpinya, baik melalui kata-kata maupun dengan tulisan. Ketika masih kecil dan tinggal di kampung, ia menulis demikian, “Namaku Jamil, cita-citaku menjadi insinyur pertanian/dosen/guru.” Hampir di semua buku tulisnya tertulis cita-cita itu. Jamil memotivasi diri dengan menuliskan cita-citanya. Tulisan itu menjadi energi positif bagi Jamil untuk mewujudkan impiannya. Saat itu banyak orang yang berkata kepadanya, “Orang kampung nggak usah muluk-muluklah…” Kata-kata negatif itu ditepisnya dengan energi positif.

 

Tuhan menyampaikan kepada nabi-nabi palsu agar berani menceritakan mimpimimpi mereka di hadapan banyak orang. Apakah nabi-nabi palsu itu berani? Tentu tidak. Mereka takut karena yang sering mereka ceritakan selama ini bukanlah mimpi dari Tuhan. Mimpi dari Tuhan adalah keadilan dan kebenaran. Nabi-nabi Tuhan berani menceritakan mimpi-mimpi dari Tuhan. Inilah beda nabi palsu dan nabi sejati. Mengapa menceritakan mimpi itu penting? Dengan menyampaikan mimpi dari Tuhan pada umat, mereka menyampaikan tujuan hidup yang benar.

 

Teens, kamu pasti punya cita-cita atau impian. Ceritakanlah impian-impianmu supaya impian-impian itu kuat dan jadi kenyataan. Ceritakanlah melalui tutur kata atau dengan membuat visualisasi impian. Visualisasi bisa melalui tulisan, gambar, atau kata-kata positif. Bila impianmu adalah untuk kebaikan, kebenaran dan keadilan, pastilah impianmu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jangan berhenti bermimpi. Bermimpilah bersama Tuhan. Bila satu impian tercapai, jemputlah impian yang baru. Jangan lupa, wujudkan impianmu jadi nyata dengan energi positif.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/05/17/