MENGENAL KASIH ALLAH

” … dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.
Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi
di dalam seluruh kepenuhan Allah. “
(Efesus 3:19)

 

Teens, mengenal sesuatu yang besar dan dahsyat bukanlah hal yang mudah, sebab pengertian dan kemampuan otak kita pun terbatas. Membangun relasi dengan Allah memperhadapkan kita kepada suatu lautan pengertian dan hikmat yang luas. Dapatkah kita mengenal Allah dengan benar?

 

Banyak orang beranggapan bahwa mereka sudah mengenal Allah dengan benar. Akan tetapi, anggapan itu justru kerap membuat mereka bersikap tertutup terhadap orang lain. Biasanya mereka suka memakai berbagai macam ayat Alkitab untuk menolak orang lain, atau bahkan kemudian bersikap menghakimi. Kita tidak dapat mengenal Allah dengan sempurna karena keterbatasan kita, tetapi kita dapat mengenal Dia lewat pengalaman hidup kita. Pengalaman yang membuat kita semakin heran dan kagum akan kebesaran Allah, dan mendorong kita untuk terus mengenal-Nya lebih banyak. Paulus menuliskan, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan” (ayat 18-19). Paulus pun terus belajar mengenal Allah sampai akhir hayatnya. Kita tidak pernah bisa berhenti untuk belajar mengenal-Nya.

 

Teens, Allah memberi diri-Nya untuk kita kenali sedemikian rupa, sehingga Ia menjadi manusia. Pengenalan kita terhadap Allah membuat kita semakin mengasihi Dia. Perasaan kasih itulah yang menjadi pendorong kita untuk bersikap setia dan taat kepada kehendak Allah. Marilah kita bangun sikap kerinduan kita untuk mengenal Allah lewat firman-Nya, pengalaman hidup kita dan orang lain, lewat alam semesta yang Allah berikan kepada kita, dan lewat banyak hal di sekitar kita. Allah berbicara kepada kita melalui banyak hal, maka pekalah agar kita semakin berhikmat.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/01/21/