MENJALIN RELASI

” Hai anak-anak,
taatilah orang tuamu
di dalam Tuhan,
karena haruslah demikian. “
(Efesus 6:1)

 

Teens, Paulus bukan saja memperhatikan hubungan suami dan istri, tetapi ia juga memperhatikan relasi seluruh anggota keluarga. Relasi seluruh anggota keluarga sangat penting untuk diperhatikan dan dijaga, karena rumah adalah tempat kita mempraktikkan kasih Allah pertama kalinya.

 

Paulus mengingatkan relasi anak dan orangtua yang diisi dengan sikap ketaatan dan penghormatan. Allah memercayakan orangtua untuk merawat dan mendidik kita, untuk itu kita perlu meresponsnya dengan sikap taat dan hormat pada mereka. Orangtua pun diingatkan untuk memperlakukan anak-anak dengan kesabaran dan kasih. Menjaga relasi adalah tanggung jawab setiap anggota keluarga. Relasi yang dijaga dengan sikap penghargaan dan kepercayaan juga harus terjalin antara tuan dan hamba, masing-masing punya tanggung jawab untuk memperlakukan yang lain dengan baik. Hamba melakukan tugasnya dengan baik dan benar, dan tuan juga memperlakukan hambanya dengan baik dan kasih. Saat ini tidak ada lagi sebutan hamba dan tuan, tetapi nasihat Paulus tentang bagaimana kita harus memperlakukan orang-orang yang bekerja untuk keluarga kita (seperti supir, pembantu rumah tangga, tukang kebun, dan lain-lain) tetap berlaku. Kita perlu memperlakukan mereka dengan hormat dan penghargaan. Kita tidak boleh semena-mena terhadap mereka selain meminta mereka bekerja dengan baik dan jujur.

 

Teens, ini adalah bagian dari tanggung jawab kita di dalam Kristus. Mari kita ikut serta menjaga dan merawat setiap relasi yang Allah berikan kepada kita dengan sikap taat, hormat, penghargaan, dan kasih. Kita memperlakukan setiap orang dengan cara yang Kristus ajarkan kepada kita, agar dengan demikian nama Allah dipermuliakan oleh seluruh anggota keluarga kita. Setiap keluarga diutus Allah untuk melakukan kasih, keadilan, dan kebenaran dalam memperlakukan sesama, dan itu dimulai dari rumah kita masing-masing.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/01/30/