MINDER

Maka aku menjawab:
“Ah, Tuhan ALLAH!
Sesungguhnya aku
tidak pandai berbicara,
sebab aku ini masih muda.”
(Yeremia 1:6)

 

“Aduh, jangan aku deh yang presentasi! Aku nggak pintar ngomong. Kamu saja deh. Kalau aku salah ngomong bagaimana? Nanti nilai kelompok kita jadi berkurang lho,” kata Andini kepada Johan. Andini adalah remaja yang minder. Orang yang minder umumnya menilai diri secara buruk. Salah satu penyebab orang menjadi minder adalah karena sifat perfeksionisnya. Seseorang merasa minder karena tidak dapat menerima dirinya sendiri. Ia membuat standar yang tinggi bagi dirinya. Oleh karena itu, ia takut apa yang dilakukan dan dihasilkannya tidak memuaskan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.

 

Ternyata nabi-nabi di dalam Alkitab pun banyak yang minder. Yeremia adalah salah satu nabi yang minder. Yeremia menolak panggilan Tuhan untuk menjadi nabi. Alasannya, Yeremia merasa bahwa ia tidak pandai bicara dan masih muda. Akar keminderan Yeremia adalah sifat perfeksionisnya yang membuat ia dipenuhi ketakutan. Rasa takut itu pun menunjukkan bahwa ia tidak meyakini penyertaan Tuhan yang melampaui ketidaksempurnaan dalam dirinya. Tuhan merespons keminderan Yeremia dengan sebuah dorongan agar Yeremia tidak takut, sebab Tuhan menyertainya. Tuhan sebenarnya sudah mengenal Yeremia sejak ia berada di dalam kandungan. Bahkan Tuhan sudah memanggil Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa sejak sebelum ia dilahirkan.

 

Teens, apakah kamu termasuk orang yang minder? Jika iya, cobalah untuk belajar menerima dirimu sendiri. Bukankah Tuhan pun menerima diri kita apa adanya? Tuhan tidak mengenakan standar yang sempurna kepada kita. Ia mengenal kita secara utuh, baik kekurangan dan kelebihan kita. Jangan takut dipandang buruk oleh diri sendiri dan orang lain! Ulurkanlah tanganmu untuk menyambut penyertaan-Nya!

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/02/24/