MULAI KERJAKAN, JANGAN TUNDA!

“Mulailah bekerja!
TUHAN kiranya
menyertai engkau!”
(1 Tawarikh 22:16)

 

Salah satu metode pembelajaran di suatu lembaga kursus adalah dengan pemberian pekerjaan rumah (PR) secara kontinu kepada siswa. Satu hari satu PR. Dalam satu minggu ada dua kali pertemuan di tempat kursus, selebihnya PR itu dibawa pulang ke rumah untuk dikerjakan setiap harinya. Andika mendapat empat lembar PR, namun ia tidak rutin mengerjakannya setiap hari. Akibatnya di hari Minggu ia kelabakan karena harus mengerjakan tiga PR sekaligus sebagai persiapan kursus keesokan harinya. Itulah dampak menunda-nunda pekerjaan.

 

Dalam ujaran nasihatnya kepada Salomo, Daud memberitahukan bahwa Salomolah yang diperkenan Allah untuk membangun Bait Suci. Ia begitu lapang dada menerima kenyataan bahwa bukan dirinya yang diperkenan membangun Bait Suci. Kemarin, kita pun telah membaca bagaimana upaya Daud untuk membantu Salomo dengan menyiapkan berbagai keperluan pembangunan Bait Suci. Di akhir nasihatnya, ada satu perkataan Daud yang menarik untuk diperhatikan, yakni: “Mulailah bekerja!” Artinya, Salomo diminta segera memanfaatkan berbagai perlengkapan yang telah disiapkan oleh Daud untuk memulai pekerjaan pembangunan Bait Suci. Salomo diajar untuk tidak menunda waktu, yakni dengan mulai mengerjakan apa yang sudah bisa dikerjakan.

 

Teens, salah satu masalah yang kerap muncul dalam hidup kita adalah menunda pekerjaan. Benar bahwa dalam hidup ini perlu ada prioritas. Namun memiliki prioritas tidak sama dengan menunda-nunda pekerjaan. Sebaliknya, kita diajak untuk lebih mengatur waktu dengan baik, sehingga ada pekerjaan yang sudah bisa kita kerjakan sejak awal. Dengan begitu, ketika waktu pengumpulan pekerjaan semakin dekat, kita tidak dibuat kelabakan olehnya. Dengan tidak menunda pekerjaan, waktu yang kita miliki bisa dimanfaatkan dengan efektif dan efisien.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/03/27/