TERANG MENERANGI KEGELAPAN

” Janganlah turut
mengambil bagian dalam
perbuatan-perbuatan
kegelapan
yang tidak
berbuahkan apa-apa,
tetapi sebaliknya telanjangilah
perbuatan-perbuatan itu. “
(Efesus 5:11)

 

Teens, apakah yang kamu lakukan jika kamu melihat sahabatmu menyontek pada saat ujian? Apakah yang kamu lakukan ketika kamu melihat ada adik kelas yang dikerjain oleh kakak kelas dan dijadikan bulan-bulanan mereka sampai ia menangis? Kejahatan, tindakan yang melukai, kita lihat setiap hari di lingkungan kita masing-masing. Sayangnya, banyak di antara kita memilih diam dengan alasan: biar setiap orang mengurus urusannya masing-masing.

 

Kita telah ditempatkan Allah ke dalam cara hidup yang baru. Cara hidup yang mewujudkan kebaikan dan kebenaran. Cara hidup yang juga memberikan keberanian buat kita untuk mengkritik dan menegur apa yang salah. Paulus dalam bacaan kali ini, mengingatkan kita untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan, sebagai bentuk penghayatan “hidup baru” di dalam Kristus yang bercirikan hidup dalam terang. Terang kita harus bercahaya bagi sekitar kita sehingga terang itu mengalahkan kegelapan. Dengan demikian tindakan yang benar adalah mencegah dan mengingatkan sahabat kita yang menyontek. Tindakan yang benar adalah membela adik kelas yang dikerjain oleh kakak kelas.

 

Teens, tentu hal itu tidak mudah, tetapi mari kita berusaha mewujudkannya. Marilah kita mulai perjuangan kita hari ini. Jika hari ini kita melihat tindakan yang salah dari teman kita, koreksilah, tegur dan ingatkanlah. Jika hari ini kita melihat orang-orang yang tidak berdaya, belalah dan dukunglah mereka. Jika hari ini kita punya niat untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, batalkanlah, gantilah dengan tindakan kasih. Kita perlu memperjuangkan apa yang baik dan benar dengan keberanian, kecerdikan, dan kebijaksanaan. Kita cari bantuan jika memerlukannya. Mari kita bersama melawan kegelapan di dalam terang Allah. Ia akan menolong dan memampukan kita untuk memperjuangkannya dalam kecerdikan, kebijaksanaan, dan kasih.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2017/01/27/