ASUMSI

” … mendengar perkataan yang dikatakan

oleh bani Ruben, bani Gad dan bani Manasye itu,

maka mereka menganggap hal itu baik. “

(Yos. 22:30)

 

Setiap orang dapat berasumsi. Asumsi adalah dugaan atau anggapan. Asumsi dapat selaras atau tidak selaras dengan fakta. Apa yang disangka benar, bisa benar terjadi, tetapi bisa juga apa yang disangka benar bisa tidak benar adanya.

 

Dalam cerita Alkitab juga ada hal mengenai asumsi. Pada suatu ketika terjadilah pemisahan dan penetapan wilayah. Sebagian suku Israel diam di suatu wilayah, dan sebagian suku Irael lainnya tinggal di wilayah yang lain. Mereka adalah suku-suku Israel yang baru menetap di wilayah seberang sungai Yordan. Sebelum berpisah karena pembagian wilayah, mereka semua diingatkan untuk beribadah kepada Tuhan Allah Israel. Akan tetapi, kemudian terdengarlah kabar, bahwa suku Ruben, suku Gad dan suku Manasye yang tinggal di seberang Yordan mendirikan mezbah, yang seakan-akan menyembah allah lain. Hal itu membuat suku-suku Israel lainnya menjadi ingin memerangi suku-suku tadi. Mereka kemudian berkumpul dan hendak memerangi suku-suku Israel itu. Akan tetapi, sebelum mereka memerangi, mereka berkesempatan untuk bertanya lebih dahulu atau mengonfirmasi terlebih dahulu, apakah asumsinya itu benar atau salah? Jika benar, maka akan diperangi, jika tidak benar, maka tidak jadi diperangi. Setelah ditanya dan dikonfirmasi ternyata asumsi itu tidak benar. Suku-suku itu tetap beribadah kepada Tuhan Israel.

 

Youth, setiap kita dapat berasumsi. Asumsi kita bisa benar, bisa juga salah. Kita patut menguji asumsi itu. Bisa jadi asumsi hanya opini yang belum tentu kebenarannya. Dugaan yang keliru yang kita lakukan terhadap orang lain dapat mendatangkan kecelakaan bagi orang lain.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/25/