DICIPTAKAN UNTUK SEBUAH TUJUAN

” TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan

telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. ”

(Yes. 49:1)

 

Kamu tahu, tak pernah ada bagian berlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu berada di sini juga untuk tujuan tertentu.” Itulah kutipan dari novel Brian Selznick The Invention of Hugo Cabret. Penulis seakan ingin mengatakan bahwa semua yang diciptakan oleh Tuhan tidak ada yang sia-sia dan manusia berada di dunia juga untuk tujuan tertentu.

 

Nabi Yesaya mengatakan kepada umat Israel bahwa keberadaan dirinya adalah bagian dari rencana Allah. Yesaya berkata bahwa sejak dari kandungan ibunya, ia telah dipanggil Tuhan. Tuhan pulalah yang membentuk dirinya sehingga ia mampu berkata-kata. Tuhan menaungi dan melindunginya. Oleh karena itu, Yesaya ingin menguatkan bangsa Israel. Layaknya Tuhan memanggil, membentuk dan memelihara Yesaya, demikian pula kasih Tuhan bagi seluruh bangsa Israel. Apa yang dialami dan digumuli bangsa Israel saat itu adalah untuk sebuah tujuan yaitu menjadi terang di antara bangsa-bangsa. Tuhan menunjukkan bahwa umat-Nya diciptakan untuk sebuah tujuan.

 

Youth, terkadang kita mempertanyakan apa maksud Tuhan dengan kehidupan ini pada umumnya atau kehidupan kita pada khususnya. Satu hal yang pasti: tidak ada penciptaan karena ketidaksengajaan. Kita diciptakan untuk sebuah tujuan yaitu menjadi terang di tengah dunia ini. Oleh karena itu, bersyukurlah untuk anugerah kehidupan yang Tuhan berikan!

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/03/27/