HIDUP ADALAH PILIHAN, PILIHLAH DENGAN TEPAT

“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN,

pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;

allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat,

atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

(Yosua 24:15)

 

Jika ada orang berkesempatan mengatakan sesuatu sebelum ia mati, maka orang itu tentulah akan mengatakan hal-hal yang ia anggap sangat penting, sangat istimewa. Atau setidaknya sangat personal yang bisa diwariskan kepada keturunan atau kepada orang-orang yang mendengarkan wejangannya yang terakhir kali itu.

 

Ayat bacaan kita hari ini adalah pidato terakhir Yosua sebelum ia meninggal. Yosua menjelaskan pesannya dengan cara yang menarik sekali. Ia mulai dengan sejarah. Hidup sekarang ini adalah rangkaian dari masa lalu, masa kini dan terentang ke masa depan. Perjalanan itu terjadi sejak masa Abraham hingga ketika mereka masuk ke tanah Kanaan dalam pimpinan Yosua sendiri. Sejarah ini, bagi Yosua, adalah sejarah penyertaan Tuhan dalam hidup bangsa Israel. Oleh karena itu, kepada bangsa Israel, Yosua menegaskan perlunya sikap yang “takut akan Tuhan dan beribadah dengan tulus ikhlas dan setia” kepada-Nya. Ini merupakan anjuran, bukan paksaan, lho. Yosua tidak bermaksud merintangi umat Israel dalam mengambil keputusan, namun ia membebaskan mereka untuk memilih (ayat 15). Ada kebebasan, namun Yosua toh ingin mengingatkan mereka supaya memilih dengan sadar berdasarkan sejarah penyertaan Tuhan yang sudah berlaku sejak nenek moyang. Yosua tidak mau menakut-nakuti bangsanya, namun ia tidak juga mau bersikap netral. Bagi Yosua, pilihannya jelas: ia dan keluarganya akan “beribadah kepada Tuhan” (ay. 15), dan bukan kepada allah lain.

 

Teens, kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidup ini. Tentu ada berbagai macam pilihan: mulai dari yang tidak terlalu penting sampai yang sa-ngat penting. Semoga kita dapat belajar dari Yosua yang dengan tegas menetapkan pilihannya: beribadah kepada Tuhan!

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/12/