JANJI DAN PENGHARAPAN

“  Aku akan membangun engkau kembali,

sehingga engkau dibangun,

hai anak dara Israel!  ”

(Yer. 31:4)

 

 

Ada sebuah istilah yang disebut PHP singkatan dari pemberi harapan palsu. Istilah ini dikenakan kepada orang yang berjanji, namun janjinya itu tidak ditepati. Janji yang diberikan adalah janji kosong, bohong atau palsu, sehingga menimbulkan kekecewakan pada orang yang diberikan janji dan mengakibatkan hilangnya kepercayaan. Harapan merupakan hal penting bagi manusia. Orang yang memiliki harapan memiliki daya untuk bertahan dan berjuang demi meraih hal yang menjadi tujuannya. Kehilangan harapan mengakibatkan hilangnya semangat untuk bertahan dan akhirnya menyerah memperjuangkan tujuannya.

 

Ketika Yeremia berada di pembuangan, ia pernah menyampaikan sebuah nubuatan akan pemulihan dan pengharapan. Nubuatan nabi Yeremia adalah janji pemulihan dari Tuhan. Suatu saat Tuhan akan membangun kembali tanah air Israel. Orang Israel akan menikmati hasil kebunnya sendiri. Di tanah airnya akan kembali ada sukacita dan kegirangan. Tuhan akan melanjutkan kasih setia kepada orang Israel. Itulah janji Tuhan kepada Israel yang disampaikan melalui Yeremia, sebuah janji yang memberikan pengharapan agar dapat bertahan di tanah pembuangan Babel. Yeremia meyakini bahwa Tuhan adalah Tuhan yang setia pada janji kasih setia-Nya.

 

Youth, janji Tuhan memberikan semangat baru dalam kehidupan kita. Janji Tuhan mengandung harapan. Sebuah harapan yang baik yang membuat kita berjuang. Pegang janji Tuhan. Jangan lepaskan janji Tuhan yang membawa pengharapan tersebut. Berpeganglah pada janji Tuhan, karena di dalam Tuhan ada pengharapan yang pasti dan tidak berubah. Manusia dapat ingkar janji, tetapi janji Tuhan itu pasti.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/15/