PRIORITAS HIDUP

” Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai,

maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. ”

(Kis. 27:18)

 

Bacaan Alkitab hari ini menceritakan pengalaman Rasul Paulus ketika ia berlayar menuju Roma. Angin yang semula tenang dengan tiba-tiba berubah menjadi badai yang sedemikian dahsyat dan mengerikan. Kapal mereka diombang-ambingkan angin badai sehingga mereka yang berada di kapal itu memutuskan untuk mulai membuang muatan kapal mereka ke laut. Mereka bahkan membuang juga perkakas-perkakas kapal untuk lebih meringankan beban kapal. Jika mereka tidak mengorbankan barang-barang itu, mereka sendiri yang bisa menjadi korban.

 

Ini salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah itu: ketika “badai” datang ke dalam hidup kita, kita seharusnya mengevaluasi prioritas hidup kita. Apa yang dulu kita pandang penting mungkin akan menjadi tidak berharga sama sekali. Seperti yang terjadi dalam cerita tersebut, ketika badai datang orang-orang mulai membuang muatan kapal mereka. Barang yang tadinya dianggap penting dan dikemas dengan hati-hati tiba-tiba menjadi barang yang tampaknya tidak berharga lagi sehingga kemudian dibuang ke laut.

 

Banyak di antara kita yang menganggap bahwa uang, harta benda, dan segala sesuatu yang bersifat duniawi adalah hal yang paling penting. Ketika badai kehidupan menyerang, kita baru sadar bahwa semua itu bukan yang terpenting. Mari kita memeriksa ulang prioritas hidup kita! Manakah yang penting, manakah yang kurang penting, dan manakah yang tidak penting yang harus dibuang agar hidup kita tidak tenggelam oleh badai? Hal yang paling berharga dan paling penting seharusnya Yesus. Yesuslah yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi kita, bukan yang lain.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/06/25/