KETAATAN

“… Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN

dan tidak berpegang pada segala perintah

yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu ….”

(1Raj. 13:21)

 

Apa beda undangan dengan perintah? Jika un­dangan, kita mempunyai pilihan untuk menerima atau menolak untuk hadir atau tidak. Sedangkan perintah adalah sesuatu yang harus kita kerjakan. Suka tidak suka, mau tidak mau kita harus mengerjakannya. Membantah atau tidak taat menyebabkan kita menerima hukum-an, atau minimal teguran.

 

Inilah yang dialami oleh abdi Allah dari Yehuda, ia mendapatkan hukuman atas keti­daktaatannya akan perintah Allah. Kalau kita melihat kisah sebelumnya, ia begitu taat pada perintah Tuhan ketika ia diundang oleh Yerobeam untuk singgah di istananya. Namun, kemudian hatinya lu­luh dan menerima undangan makan dan minum dari seorang nabi tua yang tinggal di Betel. Ia tidak teguh memegang perintah Allah, tetapi malah mendengar dan percaya pada apa yang dikatakan oleh nabi tua itu. Padahal sebagai abdi Allah seharusnya ia hanya boleh menaati perintah Allah langsung dari Allah saja, meskipun yang berkata-kata kepadanya adalah seorang nabi atau malaikat apalagi perkataan itu bertentangan dengan pengarahan dan perintah yang diberikan ke­padanya. Akibat dari ketidaktaatannya itu ia menerima hukuman dari Allah.

 

Youth, ketaatan itu adalah sesuatu yang sederhana. Tetapi mengapa sulit untuk dilakukan? Sebenarnya, kesulitan untuk bersikap taat bukan disebabkan karena perintah Allah itu rumit, melainkan karena kita manusia mempersulit perintah tersebut. Sering kali, keinginan dalam hati manusia mengalahkan keinginan untuk menaati Allah. Janganlah biarkan keinginan kita menghalangi kita untuk menaati Allah.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/youth-for-christ/