TAAT ATURAN

“Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang

memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya,

maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan,

demikianlah firman TUHAN,

untuk diserahkan kepada pedang … Aku akan membuat kamu menjadi

kengerian bagi segala kerajaan di bumi.”

(Yeremia 34:17)

 

Aturan larangan menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan bermotor sering dilanggar oleh banyak orang. Dampaknya, banyak pengemudi mengalami kecelakaan karena melanggar aturan ini. Contohnya adalah kecelakaan yang dialami seorang pemudi karena bermain handphone sambil menge­mudi mobil. Inilah kisah tragis dari ketidaktaatan pada peraturan. Apakah peraturan itu? Peraturan adalah ketetapan yang disepakati untuk dilakukan bersama. Pelanggaran terhadap aturan membuahkan sanksi.

 

Sebelum zaman Yeremia menjadi nabi, Tuhan sudah membuat kesepakatan bersa­ma dengan nenek moyang bangsa Israel. Kesepakatan itu menjadi aturan yang mengikat dan berlaku turun-temurun. Salah satu aturan yang harus ditepati adalah tentang pem­bebasan budak pada tahun ketujuh (ayat 14). Namun bangsa Israel tidak menaati aturan itu. Oleh karena mereka tidak menaati peraturan yang telah disepakati bersama, maka Tuhan memberikan sanksi atau hukuman bagi Israel. Apa bentuk sanksi atau hukuman yang diberikan pada Israel? Ayat 17-18 menjelaskan bentuk sanksi yang diberikan Tuhan pada Israel berupa pembuangan ke Babel. Raja dan penduduk negeri itu akan dibuang ke Babel.

 

Teens, mari kita lihat diri kita masing-masing. Bukankah di sekitar kita terdapat berbagai peraturan yang harus dijalani dengan baik? Aturan di jalan, aturan di sekolah, aturan di rumah, aturan dalam masyarakat. Semua aturan itu menuntut kita untuk terlibat mematuhinya. Pelanggaran atas peraturan pasti mendatangkan sanksi. Ada berbagai bentuk sanksi, seperti sanksi hukum, sanksi masyarakat maupun sanksi lain yang dicip­takan. Sanksi yang paling berat adalah sanksi dari Tuhan. Karena itu Teens, ayo kita senantiasa mematuhi peraturan dalam hidup bersama. Kita bisa saja mengkritisi berbagai aturan, tapi hendaknya sikap kritis kita bukan berarti hidup tanpa aturan. Hargailah dan taatilah setiap peraturan yang baik.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/12/