TUHAN SUMBER MUJIZAT

“Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan,

maka tubuhmu akan pulih kembali,

sehingga engkau menjadi tahir.”

(2 Raja-raja 5:10)

 

Apakah mukjizat masih ada? Mungkin kamu per­nah bertanya demikian. Jika masih ada, kok ja­rang-jarang terjadi? Jika sudah tidak ada, waduh… bagaimana ini? Apakah Allah juga sudah tak ma­hakuasa, atau jangan-jangan tidak ada? Perta-nyaan-pertanyaan seperti itu sungguh penting!

 

Kisah mengenai mukjizat atas Naaman yang penuh liku-liku cukup menarik untuk disimak. Dari kabar sederhana menjadi tindakan resmi Kerajaan Aram yang meminta tolong pada raja Israel. Stres raja Israel kedengaran oleh Elisa yang lalu menyurati raja untuk memberitahu orang Aram agar datang kepada Elisa dengan tujuan “supaya ia tahu ada seorang nabi di Israel” (ay. 8). Demikianlah kisah bagaimana Naaman tiba di rumah Elisa. Namun panglima ini segera kecewa karena ia tidak mendapatkan perlakuan yang ia harapkan. Awalnya ia menolak dan marah, sebab ia berharap bahwa Elisa akan bertindak seperti apa yang dibayangkannya. Naaman baru bersedia setelah dibujuk para pegawainya. Ia lalu mandi di sungai Yordan dengan cara membenamkan diri sebanyak tujuh kali sesuai petunjuk Nabi Elisa. Ia pun sembuh dari kustanya (ayat 14). Apa yang terjadi? Jawab­nya: Kesembuhan Ilahi. Tuhan menyembuhkan dengan cara yang begitu ajaib. Namun, mukjizat itu takkan terjadi tanpa kesediaan Naaman untuk taat.

 

Teens, masih ada juga sebagian orang Kristen yang getol dengan apa yang disebut Kesembuhan Ilahi. Sikap kita sebaiknya kritis dan terbuka. Jika memang sembuh betul, ya Puji Tuhan (asal nggak dimanipulasi lho, ya), kalau tidak sembuh, ya Puji Tuhan (sebab Tuhan bebas bukan?) Di atas semua itu kita meyakini bahwa kuasa Allah tetap bekerja nyata: Ia bisa menyembuhkan dengan berbagai cara. Kesembuhan itu baru kita rasakan lebih jelas, jika kita membuka diri dengan hati yang lembut pada Allah dan karya-Nya. Mukjizat masih ada dan nyata bagi setiap orang yang berharap pada-Nya.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/17/