DAMPAK PERGAULAN BURUK

Demikianlah Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara

serta seluruh rakyat tidak mau mendengarkan suara TUHAN

untuk tinggal di tanah Yehuda.

(Yeremia 43:4)

 

Dalam pergaulan terdapat dua pengaruh. Pergaulan dengan orang baik memengaruhi kita untuk bertindak baik. Sebaliknya, pergaulan dengan orang atau ke­lompok yang perilakunya buruk dapat memengaruhi kita untuk bertindak buruk juga. Intinya adalah: per­gaulan membawa pengaruh. Hidup kita menjadi baik atau buruk, tergantung pergaulan kita.

 

Yohanan bin Kareah dan semua perwira tentara serta seluruh rakyat Yerusalem tidak mau mendengarkan suara Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Yeremia. Penyebabnya adalah hasutan-hasutan yang disampaikan oleh Azarya bin Hosaya dan Yohanan bin Kareah. Mereka memengaruhi seluruh penduduk Yerusalem yang masih tinggal di daerah itu agar tidak percaya pada perkataan-perkataan Yeremia. Karena cara penyampaian mereka yang meyakinkan dan menarik, maka penduduk Yerusalem lebih memercayai mereka ketimbang memercayai Yeremia. Pertanyaannya, mengapa mereka bisa memengaruhi penduduk Yerusalem untuk tidak memercayai Yeremia? Hal itu terjadi karena penduduk Yerusalem enggan bergaul dengan Yeremia. Mereka tahu bahwa Yeremia adalah orang yang baik. Mereka juga percaya pada Yeremia. Akan tetapi kepercayaan pada Yeremia luntur oleh para penghasut yang dalam Alkitab disebut sebagai orang-orang congkak (Yeremia 43:2). Kecongkakan Yohanan dan Azarya berdampak pada semua orang.

 

Teens, dengan siapa kamu bergaul? Kewaspadaan adalah hal yang penting dalam membangun pergaulan. Kadang dalam pergaulan kita tahu apa yang dilakukan sahabat kita keliru, tetapi atas nama pergaulan kita tetap melakukannya. Kita harus kritis. Kritis bukan berarti menolak mentah-mentah, tetapi juga bukan permisif dengan semua hal. Kri­tis dalam bergaul artinya selalu menimbang nilai-nilai kebaikan yang harus diambil dalam pergaulan. Beranilah berkata tidak terhadap semua pengaruh yang buruk, bahkan jika itu datang dari sahabatmu sekalipun.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/24/