HAMBA YANG MELAYANI

“… sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu,

supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

(Yoh. 13:15)

 

Suster Theresia dari Lisieux yang kemudian dianugerahi gelar Santa oleh Gereja Katolik, bergabung menjadi seorang biarawati pada usia 15 tahun. Dalam biografinya dicatat bahwa di biara yang usia semua anggotanya lebih tua darinya, ia mengalami didikan dan disiplin yang keras. Kendati demikian Theresia selalu tersenyum. Ketika ia di­tanya mengapa ia melakukan hal demikian, ia menjawab bahwa sebuah kerendahan hati, kasih dan kebaikan akan menularkan hal yang sama kepada orang lain.

 

Perikop Yohanes 13:1-17 bercerita tentang Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Ini adalah sebuah tindakan yang sangat radikal. Tindakan membasuh kaki orang lain biasanya hanya dilakukan oleh seorang hamba yang memiliki status lebih rendah. Disebut radikal karena Yesus yang disebut sebagai guru dan Tuhan oleh murid-Nya justru yang membasuh kaki murid-murid. Yesus memberikan sebuah teladan dan pengajaran agar kita pun bersedia hadir, merendahkan diri dan melayani orang lain.

 

Tidak mudah memang untuk menanggalkan ego dan harga diri di hadapan orang lain. Malahan pada saat harga diri kita tersentuh, kita bisa menjadi sangat marah. Na­mun, Tuhan Yesus memberikan teladan bagi kita agar mau menyangkal diri, menanggalkan ego, merendahkan diri dan bersedia melayani serta memuliakan sesama.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/wasiat/