MERENCANAKAN HAL BAIK

Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur,

dan ia selalu bertindak demikian.

(Yes. 32:8)

 

Tahukah Anda bahwa sepatu kaca dalam dongeng Cinderella adalah sebuah kesalahan? Jaya Suprana dalam Ensiklopedia Kelirumologi, menuliskan bahwa pada tahun 1697 Charles Perrault menulis kisah Cinderella dalam bahasa Prancis. Ia menggunakan frasa pantoufle en vair untuk sepatu Cinderella. Dalam penerjemahan ke dalam bahasa Inggris, kata vair (bulu tupai) salah dibaca sebagai verre yang berarti kaca. Akibat kesalahan tak sengaja ini akhirnya jadi­lah Cinderella bersepatu kaca. Charles Perrault tidak pernah meren­canakan Cinderella bersepatu kaca, tetapi kesalahan yang tidak disengaja itu malah menjadikan dongeng ini sukses.

 

Ada kesalahan yang terjadi secara tidak sengaja, tetapi ada orang yang memang berencana untuk melakukan hal yang salah. Yesaya menu­turkan bahwa salah satu ciri orang bebal adalah hatinya merencanakan yang jahat, dan bibirnya mengucapkan kata-kata yang menyesatkan (ay. 6). Orang bebal merancangkan perbuatan-perbuatan keji terhadap orang lain. Orang bebal bukan berarti bodoh. Bebal berarti tahu yang benar, tetapi merencanakan dan melakukan yang sebaliknya. Bertolak belakang dengan tindakan orang bebal, orang berbudi luhur merencanakan hal yang baik bagi orang lain (ay. 8).

 

Youth, hari ini apa yang sudah kamu rencanakan? Apakah menjadi orang bebal yang dengan sengaja merencanakan dan melakukan sesuatu yang jahat kepada orang lain, atau menjadi orang yang berbudi luhur, yang merencanakan hal yang baik bagi orang lain? Jadilah orang yang menyebarkan kebaikan bukan kejahatan. Tuhan memberkati kita.

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/07/