ALLAH MENCUKUPKAN

” Allahku akan memenuhi segala keperluanmu

menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. ”

(Filipi 4:19)

 

Teens, dengan kemajuan-kemajuan teknologi, banyak orang memerlukan lebih banyak hal untuk memuaskan diri sendiri. Pengaruh media sosial membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menunjukkan dirinya yang paling update soal segala hal. Pada generasi sebelum kami, telepon genggam adalah barang langka, yang hanya dimiliki orang-orang ter­tentu. Namun pada generasi sekarang, orang mengeluh karena telepon genggam mereka sudah bu­kan model yang terbaru; tidak mau kalah update dengan teman-temannya. Seolah-olah apa yang mereka miliki tidak pernah cukup.

 

Sebenarnya Rasul Paulus, dua ribu tahun tahun silam telah mengajarkan untuk tidak mengejar kepuasan, tapi kecukupan. Ia berkata, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan… Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan… Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ay. 11-13). Rasul Paulus juga mengajar kita untuk percaya bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan-Nya dalam Kristus (ay. 19).

 

Teens, jika kita hanya mengejar kepuasan, maka seluruh dunia ini tidak akan pernah cukup. Teknologi canggih, atau kekayaan dan benda-benda materi selalu terasa kurang jika kita tidak pernah bersyukur dan menerima apa yang telah Allah berikan kepada kita, dan memanfaatkan semuanya itu sebaik mungkin. Apa pun yang Allah berikan pada kita pastilah cukup. Hanya saja apakah kita sudah mensyukurinya dan merasa cukup, atau kita selalu mengeluh dan merasa kurang? Maltbie Babcock, seorang penulis abad ke-19 mengatakan, “Kepuasan … adalah menggunakan apa yang kita miliki, sedikit maupun banyak dengan penuh syukur, kesetiaan, dan kerin­duan untuk berbuah.”

 

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/