JANGAN EGOIS!

“Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri?

Janganlah mencarinya!”

(Yeremia 45:5)

  

“Sudah, sudah… jangan ngedumel lagi, Fie. Mung­kin dia malu, lho, dengan omelan-omelanmu. Kamu jangan egois begitu, dong. Coba kamu lihat dirimu sendiri… apa kamu juga rapi? Tuh bajumu juga acak-acakan. Makanya cobalah kamu menempat­kan dirimu pada posisinya. Jangan paksa orang menjadi seperti dirimu. Beda bangetlah…” Itulah kalimat nasihat yang diberikan Regina pada Sofie. Regina meminta Sofie untuk tidak membandingkan orang lain dengan dirinya sendiri. Menuntut orang lain agar menjadi seperti diri kita sendiri adalah sikap egois. Sikap egois adalah me­mentingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain.

 

Tuhan mengatakan hal yang serupa kepada Barukh. Kata Tuhan, “Masakan eng­kau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya!” (ayat 5). Apa yang dicari Barukh bagi dirinya sendiri? Saat itu Barukh dalam kondisi yang sulit. Ia harus selalu menyampaikan perkataan-perkataan Tuhan kepada orang-orang Israel. Di satu sisi Barukh senang dengan tugas itu, tetapi di sisi lain Barukh menjadi muak. Ia muak karena orang-orang Yehuda yang mendengar perintah Tuhan tidak hidup dalam kehendak Tuhan. Mereka mendengarkan perkataan Barukh, tetapi kelakuan mereka masih buruk. Itulah yang membuat Barukh merasa lelah. Karena itu Barukh berniat melepaskan tugasnya. Melihat hal itu, Yeremia menyampaikan perintah Tuhan pada Barukh agar ia tidak mencari hal-hal yang besar bagi dirinya sendiri. Meski berat, ia harus memikirkan kepentingan orang banyak, yaitu orang-orang Israel. Tuhan juga mengingatkan Barukh untuk tidak egois.

 

Teens, sikap egois itu melelahkan, membuat hati tidak tenang. Kamu tidak mau hidupmu lesu dan tidak tenang karena menuntut orang lain melakukan apa yang kamu kehendaki kan? Karena itu, jangan egois! Kamu dapat melakukannya dengan belajar mengorbankan kenyamanan diri demi kebaikan orang lain. Mari kita berlatih.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/25/