MENUAI HASIL PERBUATAN

” Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu,

perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri. “

(Ob. 1:15)

 

Pernah mendengar atau tahu bumerang? Bumerang adalah senjata khas suku Aborigin di Australia. Pada saat dilemparkan bumerang akan melayang dan kembali ke arah si pelempar. Ti­dak ada sesuatu yang mistik tentang bumerang ini. Karena ben­tuknyalah, maka pada saat dilempar ia melayang sedemikian rupa dan seolah kembali kepada pemiliknya.

Kitab Obaja merupakan salah satu kitab yang terpendek dalam Alkitab. Hanya terdiri dari satu pasal dan 21 ayat. Di dalamnya terdapat nubuat tentang bangsa Edom. Menurut Perjanjian Lama Edom adalah suku bangsa keturunan Esau, anak sulung Ishak, leluhur Israel. Kitab Obaja memuat pengajaran bahwa segala sesuatu yang diperbuat orang mengandung konsekuensi dan pada akhirnya bisa kembali kepada orang tersebut.

Alkitab tidak mengajarkan tentang hukum karma. Namun, Alkitab mencatat tentang hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Perbuatan yang kita lakukan saat ini, bisa kembali kepada kita di masa yang akan datang. Jika kita menabur kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan, dan sebaliknya. Bila kita menghayati pengajaran ini, maka kita akan bertindak bijaksana, memperhatikan dan berhati-hati tentang apa yang kita kerjakan hari ini. Alasan bertindak hati-hati pertama-tama bukan karena takut akan akibat yang menimpa kita, melainkan kesadaran dan ketaatan bahwa kita adalah umat Allah yang harus selalu mengerjakan hal yang baik dan yang berkenan kepada Allah.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/16/menuai-hasil-perbuatan/