PEMELIHARAAN TUHAN

” … lalu orang menahan Yeremia di pelataran penjagaan

 dan memberikan setiap hari kepadanya 

sepotong roti dari jalan tukang roti …. ”

(Yeremia 37:21)

 

Jonas tidak tahu apa yang akan dialaminya esok hari saat berada di depan jenazah ayahnya. Ayahnya meninggal dunia dengan sangat mendadak. Di pagi hari ia dan ayahnya masih bercanda sambil makan bersama. Siang hari ayahnya meninggal dunia. Menurut perkiraan dokter, ayahnya meninggal kare­na sakit jantung. Waktu itu Jonas bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bagaimana dengan keadaan kami sekeluarga? Selama ini Ayah menjadi tulang pung­gung keluarga. Aku masih sekolah, adik juga begitu. Apakah aku dan adik masih bisa melanjutkan hidup kami tanpa Ayah?” Pertanyaan itu di­katakan Jonas beberapa tahun yang lalu. Saat ini ia tidak lagi bertanya demikian. Ia telah lulus kuliah dan diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergengsi. Jonas melihat, mengalami, dan merasakan bagaimana Tuhan memelihara hidupnya. Sesulit apa pun ja­lan hidup yang dilaluinya, ternyata Tuhan ada. Dengan berbagai cara Tuhan menyatakan kasih-Nya.

 

Yeria berharap dengan penahanan Yeremia di penjara bawah tanah, Yeremia akan mati perlahan-lahan. Akan tetapi pemikiran Yeria tidak tepat. Tuhan memelihara kehidupan Yeremia. Zedekia yang pada mulanya marah pada Yeremia berbaik hati kepadanya. Ia meminta seorang tukang roti mengirimkan sepotong roti bagi Yeremia. Inilah cara Tuhan memelihara Yeremia. Ia tidak tahu siapa tukang roti yang setia mengirimkan roti kepadanya. Yang dia tahu adalah Tuhan mengasihinya.

 

Teens, dalam kehidupanmu pasti kamu pernah merasakan pertolongan dari orang lain yang mungkin tidak kamu kenal. Apakah itu kebetulan? Dalam terang iman, pertolongan itu bukan hal yang kebetulan, namun cara Tuhan memberikan pertolongan bagimu. Seperti Yeremia yang ditolong oleh orang yang tidak dikenalnya, demikian juga dengan kita. Mari kita menghayati semua itu sebagai bentuk pemeliharaan Tuhan bagi kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/17/