DIA MENGERTI

” Sebab setiap imam besar… harus dapat mengerti

orang-orang yang jahil …. “

(Ibr. 5:1-2)

 

Dia mengerti, Dia peduli, persoalan yang se­dang terjadi. Dia mengerti, Dia peduli, per­soalan yang kita alami. Selain nada lagu ini enak didengar, syairnya juga membuat tenang. Orang yang sedang bergumul dikuatkan. Allah menger­ti setiap persoalan dan menjadi sumber kekuatan dalam pergumulan.

 

Allah mengerti merupakan pesan bacaan hari ini. Allah bukan saja ada seperti yang disampaikan dalam renungan kemarin, Allah juga mengerti keberadaan kita yang berdosa. Imam besar dipilih untuk men­jadi perantara antara manusia dengan Allah, khususnya ketika manusia hendak mempersembahkan korban kepada Allah, salah satunya adalah korban penebus dosa (ay. 1). Meskipun imam besar merupakan perantara antara manusia yang berdosa dengan Allah, ia juga manusia yang ber­dosa. Ia mengerti bagaimana orang jahil dan sesat karena dalam kema­nusiaannya, ia pun bisa berdosa (ay. 2). Itu sebabnya ketika imam besar mempersembahkan korban, korban tersebut tidak hanya untuk orang yang berdosa tetapi juga untuk dirinya. Yesus Kristus disebut sebagai Imam karena Ia juga mengerti keberadaan manusia yang berdosa. Tanpa pengurbanan-Nya, manusia tidak layak di hadapan Allah. Namun berbeda dengan imam besar, Yesus adalah Imam yang tidak berdosa. Ia saleh, tan­pa salah, tanpa noda, dan terpisah dari orang-orang berdosa (Ibr. 7:26).

 

Youth, Yesus Kristus adalah Imam Besar yang sempurna. Ia tidak berdosa, tetapi mau menjadi kurban untuk kita yang berdosa. Karena pengurbanan-Nya, tidak diperlukan lagi kurban pengampunan dosa (Ibr. 10:18). Bukankah sangat pantas jika kita bersyukur kepada-Nya yang mengerti keberadaan kita?

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/21/