MEMBERI KEPADA ORANG MISKIN

“… tetapi semuanya itu harus kautinggalkan

bagi orang miskin dan bagi orang asing ….”

(Imamat 19:10)

 

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa jumlah orang miskin di Indonesia pada tahun 2017 men­capai 26 juta orang atau sekitar 10% dari populasi penduduk Indonesia. Sebaliknya, orang kaya di Indonesia tercatat berjumlah 111 ribu orang atau sekitar 0,0004% dari penduduk Indonesia. Data lain mengatakan bahwa 1% orang terkaya memiliki hampir setengah (49%) dari total kekayaan popu­lasi. Teens, data itu memperlihatkan bahwa ada kesenjangan ekonomi yang sangat besar dalam masyarakat di negara kita ini. Ada segelintir orang kaya menguasai sebagian besar kekayaan masyarakat, sementara ada begitu banyak orang miskin yang bahkan untuk makan sehari saja susah. Apakah orang-orang kaya itu tidak berbuat apa-apa untuk menolong orang miskin?

 

Alkitab mencatat bahwa Tuhan mengajar umat Israel untuk dengan sengaja menyisihkan pemberian bagi mereka yang miskin. Caranya ialah setiap kali panen mereka tak boleh membiarkan ladang mereka dipanen habis hingga tak ada yang tertinggal. Dia memerintahkan supaya ada yang disisihkan agar bisa dipungut orang miskin atau orang asing (ay. 10). Perintah itu adalah perintah memberi dengan sengaja untuk membantu orang miskin. Banyak orang menjadi miskin bukan karena ti­dak berbuat apa-apa, melainkan karena keadaan memaksa mereka untuk tidak dapat berbuat apa-apa, dan semakin banyak orang tidak peduli pada hidup mereka.

 

Teens, kita harus peduli pada sesama yang berkekurangan, karena Tuhan mengajarkan bahwa kita hidup tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk memikirkan kebutuhan orang lain. Prinsip memberi seperti orang Israel bisa dilakukan siapa saja. Kita bisa mempergunakan apa pun yang kita miliki – waktu, tenaga, pikiran, uang – untuk memberdayakan orang miskin. Jika setiap orang melakukannya, mungkin orang miskin di sekitar kita akan berkurang.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/12/