MEMBUKA TANGAN LEBAR-LEBAR

“Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu,

yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”

(Ulangan 15:11)

Teens, masyarakat Yahudi terkenal sebagai orang-orang yang menjunjung tinggi keramahtamahan pada orang miskin dan orang asing. Entah kare­na kepedulian atau supaya dipandang baik oleh orang lain, orang-orang Yahudi akan mengusa­hakan apa pun untuk menolong orang miskin dan orang asing. Sikap ini mereka miliki karena Allah sendiri yang memerintahkan mereka untuk ber­buat demikian. Karena itu, keramahtamahan ke­pada orang miskin dan orang asing sudah men­jadi kebiasaan orang Yahudi.

 

Pada masa itu, ada banyak sekali orang miskin di Israel, dan Allah tidak me­nutup mata terhadap penderitaan orang-orang miskin. Saat Allah memberikan tuntunan hidup bagi umat-Nya, Dia juga memberi mereka perintah untuk memper­hatikan orang-orang yang membutuhkan (ay. 11). Ia berkata kepada umat-Nya, “Janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan” (ay. 7-8). Di kesempatan lain, Allah juga memerintahkan umat-Nya supaya jangan membabat habis hasil ladang mereka sampai ke tepi, sehingga orang miskin dan orang asing dapat mengumpulkan sisa-sisa hasil ladang untuk makanan mereka (Im. 19:9-10). Yesus pun dalam pelayanan semasa hidup-Nya di dunia, menunjukkan kepedulian terhadap kaum miskin melalui perkataan dan tindakan-Nya.

 

Teens, sebagai anak-anak Tuhan, kita pun diperintahkan untuk memperhatikan orang miskin dan orang asing. Masing-masing kita dapat bertindak secara pribadi atau melalui komunitas untuk menolong kaum miskin. Kita pun bisa mengusulkan ke gereja untuk meneladani Kristus dan peduli pada orang miskin melalui program-program pemberdayaan yang bisa dilakukan.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/