SECANGKIR AIR SEJUK

“… barangsiapa memberi air sejuk

secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini …

ia tidak akan kehilangan upahnya ….”

(Matius 10:42)

 

 

Masyarakat Jawa pedesaan memiliki tradisi yang menarik. Di depan rumah mereka sering kali terdapat kendi berisi air dan cangkir untuk minum. Kendi dan cangkir itu sengaja ditempatkan di depan rumah supaya dapat diminum oleh orang-orang yang le­wat di depan rumah mereka. Mereka berpikir, tentu orang-orang yang berjalan jauh akan kelelahan dan kehausan, jadi secangkir air sejuk dapat memulih­kan tenaga mereka.

 

Dalam teks Alkitab hari ini, dikisahkan Yesus memilih dan memanggil dua belas orang murid-Nya serta mengutus mereka untuk me­layani orang-orang lemah, sakit, miskin dan telantar. Pesan utama dari Yesus untuk mereka lakukan adalah berbuat baik bagi sesama, menunjukkan keramahtamahan ke­pada orang lain. Yesus menyatakan bahwa setiap orang yang menunjukkan keramahta­mahannya kepada orang lain, yang mau menyambut dan menerima orang lain, mereka menerima dan menyambut Allah sendiri. Lalu, bagaimana keramahtamahan ini diprak­tikkan? Persis seperti masyarakat Jawa, memberikan secangkir air sejuk kepada salah seorang dari mereka yang hina. Orang-orang susah dan lemah mungkin tidak butuh sesuatu yang spektakuler, tetapi hanya butuh orang-orang yang memberikan perhatian melalui hal-hal yang sederhana.

 

Teens, kamu juga dapat memberikan secangkir air sejuk kepada tukang parkir di depan gereja yang berpanas-panasan seharian, mengajak mereka ngobrol dan berbagi cerita. Atau memberikan perhatian kepada temanmu yang merasa kurang dianggap di rumahnya, atau yang broken home. Mungkin kamu perlu memberikan secangkir air se­juk kepada asisten rumah tanggamu dengan menjadi teman bagi mereka. Atau kepada mereka yang sakit dan berjuang dengan penyakit mereka dengan cara menguatkan dan menemani mereka. Karena dengan melakukannya, kamu telah mempraktikkan kera­mahtamahan itu kepada Allah sendiri.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/