PADA HARI INI DAN SETIAP HARI

“Berikanlah kami setiap hari

makanan kami yang secukupnya ….”

(Lukas 11:3)

 

Teens, mungkin kamu pernah bertanya-tanya mengapa Doa Bapa Kami versi Lukas berbeda dengan Doa Bapa Kami versi Matius? Doa Bapa Kami versi Lukas memang lebih pendek daripada yang versi Matius, karena tidak mencantumkan doksologi (pu­jian kemuliaan bagi Allah yang digunakan untuk mengakhiri sebuah doa). Selain itu, jika kamu per­hatikan, Injil Matius menggunakan frasa “pada hari ini” (Mat. 6:11) sementara Injil Lukas menggunakan frasa “setiap hari” (Luk. 11:3). Sekilas terlihat seperti nuansa, namun fokus dan makna pun berbeda.

 

Injil Matius berfokus pada iman dan pengharapan akan penyertaan Tuhan, dan karena itu tidak perlu khawatir akan hari esok. Pengalimatannya pun mengajarkan agar tidak khawatir akan hari esok dan percaya pada penyertaan Tuhan. Karena itu, yang penting makan pada hari ini tercukupi. Di lain pihak, Injil Lukas peduli pada orang-orang miskin yang berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tanpa mengesampingkan iman pada penyertaan Tuhan, Injil Lukas menggunakan “setiap hari” karena ia peduli kepada orang-orang miskin. Hal itu merupakan ajakan juga bagi para murid untuk mau membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sesama mereka yang miskin dan membutuhkan.

 

Teens, dari Injil Matius, kita belajar untuk tidak khawatir akan hari esok, bersyukur untuk apa yang kita dapat hari ini dan menerimanya dengan cukup. Dari Injil Lukas, kita juga belajar untuk peduli pada sesama yang berjuang dalam kemiskinan dan kesulitan hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Melalui Doa Bapa Kami, Penginjil Lukas menunjukkan kepedulian pada orang-orang yang miskin dan berjuang untuk hidup setiap hari. Marilah setiap kali berdoa Bapa Kami, kita menyerahkan seluruh hidup kita pada pemeliharaan Bapa dan sekaligus membuka diri untuk menjadi berkat bagi sesama yang menderita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/